JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa meningkatnya suhu panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia disebabkan oleh pergeseran posisi matahari yang kini berada di bagian selatan Nusantara.
Dalam keterangannya usai kegiatan Ekspose Pengendalian Karhutla Tahun 2025 di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa suhu maksimum yang tergolong normal di wilayah perkotaan berada pada kisaran 31 hingga 34 derajat Celsius.
“Kenapa saat ini terasa lebih panas? Karena posisi matahari sudah bergeser ke selatan wilayah Indonesia,” ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (16/10/2025).
Guswanto menambahkan, pergeseran posisi matahari tersebut turut berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan di wilayah selatan Indonesia yang kini menjadi lebih jarang. Minimnya awan menyebabkan sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa penghalang, sehingga cuaca terasa lebih terik di sejumlah daerah.
Terkait musim hujan, BMKG menyebut Indonesia sebenarnya telah memasuki periode awal musim hujan sejak Agustus. Namun, karena wilayahnya yang luas, tidak semua daerah mengalaminya secara bersamaan. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai diguyur hujan pada November, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember hingga Februari.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, terutama di wilayah Sumatra Utara dan Jawa bagian tengah.
Sebelumnya, pada Senin (13/10), BMKG mencatat suhu tinggi di sejumlah kota besar berkisar antara 27 hingga 35 derajat Celsius, termasuk di Serang, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya yang masing-masing mencatat suhu antara 32–35 derajat Celsius.