JAKARTA – Indonesia kembali diterpa serangkaian bencana alam akibat cuaca ekstrem, dengan fenomena hidrometeorologi basah menjadi penyebab utama. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian signifikan selama 24 jam terakhir, dari 25 Januari pukul 07.00 WIB hingga 26 Januari pukul 07.00 WIB, yang menimbulkan korban jiwa hilang, pengungsian, dan kerusakan infrastruktur di berbagai daerah.
Fenomena ini semakin mengkhawatirkan menjelang akhir Januari, ketika hujan deras dan angin kencang mendominasi pola cuaca nasional. BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat untuk mengurangi risiko, sementara tim penanggulangan terus bekerja di lapangan.
Angin Kencang Rusak Rumah dan Sekolah di Lombok Tengah
Di Nusa Tenggara Barat, angin kencang menerjang Kabupaten Lombok Tengah pada 24 Januari pukul 10.00 WITA. Bencana ini, yang dipicu oleh hujan lebat, melanda Kecamatan Pringgarata, Batukliang Utara, Praya, dan Pujut.
Akibatnya, delapan keluarga kehilangan tempat tinggal dan satu gedung sekolah mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung melakukan penilaian lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak.
Banjir Rendam Ratusan Warga di Lombok Barat
Masih di provinsi yang sama, hujan deras memicu banjir di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pada 25 Januari pukul 15.00 WITA. Sebanyak 21 keluarga terkena dampak langsung, dengan 13 di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat aman.
Banjir juga merendam 21 unit rumah, menimbulkan kerugian material signifikan. BPBD Kabupaten Lombok Barat segera bergerak, berkolaborasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memberikan bantuan darurat serta evakuasi warga.
Longsor di Pemalang: Dua Warga Hilang, Pencarian Terkendala Cuaca
Di Jawa Tengah, longsor menghantam Kabupaten Pemalang pada 25 Januari pukul 06.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil di kawasan Perhutani, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul.
Dua penduduk dilaporkan hilang, dan upaya pencarian oleh BPBD setempat bersama relawan serta instansi terkait masih berlangsung. Namun, proses pencarian terganggu oleh hujan deras berkelanjutan dan potensi longsor susulan di lokasi rawan.
Kebakaran Hutan Hanguskan 14,3 Hektare Lahan di Ketapang
Di Kalimantan Barat, api membakar hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang pada 25 Januari pukul 14.00 WIB. Kebakaran melanda empat desa di tiga kecamatan, yaitu Desa Sungai Awan (Kecamatan Muara Pawan), Desa Kuala dan Desa Kuala Satong (Kecamatan Matan Hilir Utara), serta Desa Sungai Nanjung (Kecamatan Matan Hilir Selatan).
Luas lahan yang terbakar mencapai 14,3 hektare. BPBD Kabupaten Ketapang, dibantu tim gabungan, sedang gencar memadamkan api dan memantau agar kebakaran tidak menyebar lebih luas.
**Prakiraan Cuaca Ekstrem hingga Akhir Pekan: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang**
Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk diprediksi berlanjut hingga 29 Januari. Hujan ringan hingga lebat akan mendominasi, dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.
Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Pegunungan. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari struktur rentan seperti pohon tua, papan iklan, atau bangunan lemah saat badai.
Bagi warga di lereng gunung, evakuasi mandiri direkomendasikan jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam. Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem siaga selama musim hujan puncak untuk meminimalkan korban dan kerusakan.
BNPB terus memantau situasi secara nasional dan mendorong kolaborasi antarinstansi untuk respons cepat terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin sering akibat perubahan iklim. Informasi terkini dapat diakses melalui situs resmi BNPB atau hotline darurat.
