RIAU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan mengerahkan lima helikopter water bombing serta melanjutkan operasi modifikasi cuaca.
Langkah ini diambil menyusul eskalasi kebakaran yang melanda berbagai wilayah di Riau, salah satu provinsi dengan risiko karhutla tertinggi di Indonesia.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, bersama Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, memantau langsung situasi karhutla melalui tinjauan udara pada Senin, 21 Juli 2025.
Dalam peninjauan yang turut dihadiri Kepala BPBD Riau, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, serta Forkopimda Riau, Suharyanto memastikan langkah cepat untuk mengendalikan kebakaran.
“Pasukan Korem dan Polda langsung bersama Manggala Agni melakukan pemadaman, perlengkapannya diperkuat dari kami,” ujar Suharyanto.
Untuk mendukung operasi darat, BNPB menambah peralatan pemadaman seperti pompa, tangki air portabel, alat bantu pernapasan, alat pelindung diri, hingga motor khusus karhutla. Personel tambahan dari Korem 031/Wira Bima dan Polda Riau juga dikerahkan guna mempercepat penanganan.
Hingga 20 Juli 2025, seluruh kabupaten dan kota di Riau telah terdampak karhutla, dengan luas lahan terbakar mencapai 646,13 hektare.
Kabupaten Rokan Hulu menjadi wilayah dengan dampak terparah (207,8 hektare), diikuti Kampar (150,8 hektare), Rokan Hilir (54,25 hektare), Bengkalis (51,2 hektare), dan Siak (50,72 hektare).
Selain pemadaman dari udara dan darat, BNPB juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 21 hingga 27 Juli 2025. Operasi ini menggunakan pesawat Cessna PK-SNL untuk menyemai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) guna memicu hujan buatan di titik-titik api.
“Operasi ini kami lakukan untuk mempercepat proses pemadaman karhutla dengan cara mempercepat turunnya hujan buatan,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Suharyanto menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga penegakan hukum. Hingga kini, Satgas Hukum telah menetapkan 16 tersangka terkait 11 kasus pembakaran lahan secara sengaja.
“Satgas hukum sudah bergerak, sudah ada yang tersangka sampai 16 orang. Jadi selain pemadaman, operasi penegakan hukum juga dilaksanakan sehingga semuanya sejalan dan terpadu,” kata Suharyanto.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, menyambut baik penambahan tiga helikopter water bombing, sehingga total menjadi lima unit.
“Water bombing sangat vital, terutama di titik-titik karhutla yang sulit dijangkau tim darat. Dengan tambahan ini, sinergi pusat dan daerah dalam penanganan karhutla akan lebih kuat,” ujarnya.
Kondisi cuaca panas ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir musim kemarau 2025 menjadi tantangan besar. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan.