JAKARTA – Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) memulai operasi modifikasi cuaca (OMC) secara serentak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat untuk mengurangi dampak bencana akibat cuaca ekstrem.
“Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melalui siaran pers resmi, Jumat (28/11/2025).
Di Aceh, operasi dimulai Jumat menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda, sementara di Sumut OMC sudah berjalan sejak Kamis dengan empat sortie membawa 3.200 kilogram bahan semai.
Sumbar dijadwalkan memulai OMC Sabtu dengan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Bandara Minangkabau, seluruh operasi difokuskan untuk menekan risiko bencana di wilayah terdampak.

Suharyanto menekankan pentingnya intervensi ini karena hujan ekstrem telah menyebabkan banjir besar di Aceh dan mengancam Sumut, sementara Sumbar mengalami kerusakan infrastruktur dan permukiman yang signifikan.
Kegiatan mitigasi ini dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto demi keselamatan warga, dengan Suharyanto memimpin penanganan darurat dari Silangit bersama Deputi Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan.
Dalam waktu dekat, Suharyanto akan meninjau langsung wilayah terdampak di Aceh, sedangkan penanganan di Sumbar dipimpin oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian.
BNPB mencatat korban bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 174 meninggal, 79 hilang, dan 12 luka-luka, menegaskan urgensi operasi rekayasa cuaca ini.***