JATIM – Sebagai langkah strategis membentengi wilayah perbatasan dari ancaman infiltrasi paham radikal, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI meresmikan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan delapan perguruan tinggi setempat. Kolaborasi tridharma ini merupakan implementasi konkret dari UU No. 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme dan menyasar Blora yang dinilai sebagai titik rawan karena posisinya sebagai ‘gerbang timur’ Jawa Tengah.
Kepala BNPT, Brigjen Pol Eddy Hartono, menegaskan kerja sama ini sekaligus mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE). “Hari ini Alhamdulillah BNPT dan Pemerintah Kabupaten Blora sudah melaksanakan nota kesepakatan, baik secara pemerintah dan juga dengan delapan perguruan tinggi dan universitas,” jelas Eddy Hartono dalam kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan antara BNPT dengan Pemkab Blora dan Perjanjian Kerja Sama antara BNPT dengan Perguruan Tinggi se-Kabupaten Blora di Blora pada Kamis (20/11).
Bupati Blora, H. Arief Rohman menyambut positif inisiatif ini dan menilai posisi geografis Blora sebagai “gerbang timur” Jawa Tengah menjadi alasan utama perlunya penguatan pencegahan radikalisme.
“Blora yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah gerbang paling timur Jawa Tengah. Posisi ini sangat strategis, termasuk dalam upaya mencegah potensi masuknya paham radikal maupun terorisme dari berbagai arah,” jelasnya.
Melalui nota kesepakatan ini, BNPT dan Pemkab Blora berkomitmen menciptakan lingkungan aparatur yang bersih dari paham radikal-terorisme, meningkatkan kapasitas SDM, serta mengembangkan metode sosialisasi yang lebih efektif dan kontekstual.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup:
- Pertukaran data dan informasi intelijen terkait potensi ancaman terorisme.
- Sosialisasi masif pencegahan tindak pidana terorisme.
- Pengamanan sarana dan prasarana vital pemerintah kabupaten.
- Peningkatan kapasitas pegawai melalui pelatihan khusus.
- Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme.
Kerja sama ini juga melibatkan delapan perguruan tinggi di Kabupaten Blora untuk memperluas jangkauan edukasi dan penelitian dalam rangka deradikalisasi serta pencegahan dini di kalangan generasi muda.
Langkah strategis di Blora ini menjadi salah satu pilot project BNPT dalam memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah perbatasan provinsi, sekaligus menjawab tantangan meningkatnya pergerakan ideologi ekstrem di era digital.