JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Eddy Hartono menegaskan bahwa negara memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, terutama di tengah ancaman ideologi radikal dan terorisme yang kian berkembang.
“Memang kerja sama pertahanan secara global untuk kedamaian dan keamanan dalam negeri memang harus diwujudkan oleh sebuah negara sehingga stabilitas negara itu lebih terjamin dan kehidupan dalam bermasyarakat bernegara menjadi lebih baik,” ujar Eddy Hartono saat mengunjungi booth BNPT dalam ajang Indo Defence Expo and Forum 2024 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2025).
Negara Wajib Mencegah Penyebaran Paham Radikal
Dalam pernyataannya, Eddy menekankan bahwa upaya pencegahan radikalisme merupakan kewajiban negara demi mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Konteks inilah negara memang wajib melakukan pencegahan supaya paham radikal terorisme ini tidak tersebar karena dapat mengganggu stabilitas keamanan dan pertahanan di Indonesia sehingga kerangka NKRI tetap utuh,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya menghadapi terorisme tak bisa hanya bergantung pada pendekatan militer atau aparat keamanan semata. Negara perlu merangkul seluruh komponen bangsa dalam membangun ketahanan nasional secara menyeluruh.
Kolaborasi dan Teknologi Jadi Kunci Pencegahan Terorisme
Senada dengan Eddy, Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BNPT, Brigjen Pol. Tejo Wijanarko juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman terorisme. Menurutnya, pendekatan yang komprehensif harus mencakup pemanfaatan teknologi informasi.
“BNPT selalu berkolaborasi dengan semua kementerian/lembaga, dengan masyarakat sipil, dengan swasta dalam rangka melakukan pencegahan terorisme maupun radikalisme karena juga dalam acara ini kita juga harus semakin memperluas wawasan bahwa pencegahan tidak hanya dilakukan dari sisi keamanan tapi juga harus bisa memanfaatkan teknologi IT,” jelas Tejo.
Pemanfaatan teknologi informasi dinilai penting untuk mendeteksi penyebaran paham radikal secara dini, terutama di ruang digital yang menjadi ladang subur bagi propaganda kelompok ekstrem.
Komitmen Indonesia Tegak Menjaga Kedaulatan
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat membuka Indo Defence Expo 2024 menegaskan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya diganggu.
Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia akan lebih memilih “gugur dalam perjuangan daripada kembali dijajah”.
Partisipasi BNPT dalam ajang Indo Defence ini menjadi bentuk konkret dari komitmen nasional dalam memperkuat ketahanan dan keamanan negara. Kehadiran BNPT menunjukkan bahwa menjaga keutuhan Indonesia adalah tanggung jawab bersama bukan hanya satu institusi, melainkan seluruh elemen bangsa.