Bos tim Ferrari Formula 1, Fred Vasseur, membela strategi timnya yang menuai banyak kritik pada seri pembuka Grand Prix Australia.
Ferrari sebenarnya menikmati awal yang kuat dalam balapan pertama era baru F1 ini. Charles Leclerc berhasil merebut posisi terdepan dari pemegang pole position, George Russell, menuju Tikungan 1, sebelum keduanya terlibat dalam duel sengit di barisan depan.
Lewis Hamilton juga memanfaatkan start yang cepat untuk naik ke posisi ketiga. Juara dunia tujuh kali itu terus menekan Russell dan Leclerc yang saling bertukar posisi hingga enam kali dalam 10 lap pertama. Namun, situasi berbalik ketika Ferrari memutuskan untuk tidak masuk pit saat periode Virtual Safety Car (VSC) awal, padahal Mercedes dan mayoritas pembalap lain melakukannya.
Keputusan strategi tersebut memicu pertanyaan, bahkan dari pembalapnya sendiri. Hamilton mengeluh melalui radio tim: “Setidaknya salah satu dari kita harusnya masuk (pit)!”
Ferrari kembali melewatkan kesempatan untuk melakukan pit stop pada VSC kedua di lap 19 saat Valtteri Bottas berhenti di dekat pintu masuk pit. Jalur pit ditutup tepat sebelum Scuderia bisa memanggil Leclerc atau Hamilton. Keputusan ini secara efektif menyerahkan kendali balapan kepada Mercedes.
Russell pun memimpin dominasi Mercedes di posisi satu-dua, sementara Leclerc dan Hamilton harus puas finis di posisi ketiga dan keempat.
Pembelaan Fred Vasseur
“Kita harus realistis. Mereka (Mercedes) delapan persepuluh detik lebih cepat dari kita kemarin di kualifikasi, dan kita sudah bertarung habis-habisan di awal,” jelas Vasseur kepada media, termasuk Crash.net, dalam sesi evaluasi usai balapan.
“Pada tahap balapan tersebut, tidak ada yang menyangka akan menggunakan strategi satu pit stop. Kami menargetkan hasil optimal bagi kami, dan langkah optimalnya adalah memperpanjang durasi stint. Kami juga terkejut dengan daya tahan ban. Saya rasa kami bisa saja menempuh 300 lap hari ini!”
“Tapi kenyataannya memang begitu. Saya rasa selama balapan pun Mercedes masih punya keunggulan performa dibanding kami. Masalahnya bukan pada strategi atau keputusan inti, melainkan murni soal kecepatan mobil.”
Saat ditanya apakah Ferrari bisa mengalahkan Mercedes jika menyamai strategi Russell, Vasseur menjawab: “Saya rasa kecepatan Mercedes lebih baik dari kami. Bahkan saat mereka keluar dari pit, mereka masih 0,3 atau 0,4 detik lebih cepat dan menjaga ritme itu sepanjang sesi. Mungkin kami bisa bertarung sedikit lebih banyak di awal dengan memaksakan ban, tapi saya tidak menyesali strategi maupun kecepatan hari ini. Kami melakukan langkah maju yang lumayan dibanding kemarin, sekarang mari fokus ke China.”
Daftar Panjang Perbaikan
Meski menghadapi klaim bahwa Ferrari melakukan blunder strategi, Vasseur tetap merasa puas dengan kebangkitan timnya pada hari Minggu. Sebelumnya, kualifikasi yang sulit membuat Leclerc dan Hamilton hanya bisa memulai balapan dari posisi keempat dan ketujuh dengan selisih waktu hampir satu detik.
Namun, Vasseur menekankan bahwa Ferrari masih memiliki “daftar panjang perbaikan” jika ingin menantang Mercedes dalam perebutan gelar juara tahun ini.
“Perasaannya lebih ke arah positif daripada negatif,” ujar Vasseur. “Kami melewati hari Sabtu yang berat dan tidak bisa menyatukan semuanya kemarin. Kami tertinggal 0,8 detik, itu cukup berat, tapi kami berhasil memangkas sebagian selisih itu hari ini. Bagus melihat kedua mobil kami bertarung di barisan depan.”
“Kami tahu punya daftar panjang perbaikan, tapi ini bagus untuk kami dan semua orang di grid. Hasil musim ini akan bergantung pada kapasitas kami untuk melakukan pengembangan, membawa pembaruan (upgrade), dan memproduksinya dengan cepat. Itu akan menjadi kunci bagi semua tim. Tentu saya lebih memilih memulai musim dalam kondisi baik daripada buruk, tapi perjalanan masih sangat panjang.”