GORONTALO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo bergerak cepat menyikapi peringatan dini tsunami pasca-gempa bumi berkekuatan 8,6 magnitudo yang mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7). Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Stat BPBD dikerahkan ke enam kelurahan di wilayah pesisir untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Peringatan tsunami ini dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah analisis menunjukkan potensi gelombang tsunami dengan ketinggian kurang dari 0,5 meter di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Gorontalo. Meski diprediksi tidak bersifat destruktif, BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan arus kuat dan anomali muka laut.
“Karena wilayah Kota Gorontalo ada enam kelurahan di pesisir pantai, tadi teman-teman TRC BPBD kota bersama Stat BPBD telah turun ke enam kelurahan, sampai saat ini pun masih berada di enam kelurahan tersebut,” ujar perwakilan BPBD Kota Gorontalo dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Rabu (30/7).
Petugas di lapangan fokus memberikan edukasi kepada warga untuk mencegah kepanikan.
“Pertama untuk mengimbau masyarakat supaya jangan panik, tetap tenang. Sampai saat ini teman-teman BPBD masih di lapangan memberikan edukasi dan pengertian serta imbauan kepada warga di enam kelurahan,” tambahnya.
Sementara itu, di Halmahera Utara, Maluku Utara, BPBD setempat juga meningkatkan kewaspadaan. Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Henry Tonga, menyebutkan 13 kecamatan di wilayah pesisir dengan sekitar 20 ribu jiwa telah diinformasikan untuk bersiaga.
“Kita bisa pastikan informasi ini bisa tersampaikan ke 13 camat dan sekitar 120 kepala desa yang berada di pesisir pantai tersebut,” ujar Henry.
BMKG memperkirakan gelombang tsunami akan tiba di Kota Gorontalo pada pukul 16.39.54 WITA, setelah sebelumnya mencapai Kepulauan Talaud pada pukul 14.52.24 WITA. Masyarakat diminta mengikuti arahan resmi dari BPBD, BNPB, dan BMKG serta tidak mempercayai informasi hoaks yang dapat memicu kepanikan.
Peringatan ini juga mencakup wilayah lain seperti Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat turut mengeluarkan imbauan serupa untuk wilayah Pasifik Selatan, termasuk Papua Nugini dan Filipina, dengan estimasi ketinggian gelombang antara 0,3 hingga 1 meter.
BPBD terus memantau situasi dan memastikan kesiapan evakuasi jika diperlukan. Warga diimbau untuk tetap tenang, memperbarui informasi dari sumber resmi, dan mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana.