JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan memastikan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi 8.371 eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) sebelum Lebaran.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, meninjau langsung proses verifikasi dokumen pencairan di Sukoharjo pada Rabu (5/3/2025).
Program ini dirancang untuk membantu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama menjelang Lebaran, guna memastikan mereka memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Adapun besaran dana yang diterima akan disesuaikan dengan lama masa kerja di perusahaan.
BPJS Siapkan Dana Rp129 Miliar
BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan dana Rp 129 miliar untuk pembayaran JHT.
Setiap eks karyawan akan menerima Rp 1 juta per tahun masa kerja, yang akan ditransfer langsung ke rekening penerima dalam dua hingga tiga hari setelah proses administrasi selesai.
“Kita tadi tanya masing-masing orang, ada yang masa kerjanya 17 tahun, dapat Rp 17 juta. 20 tahun dapat Rp 20 juta. Mudah-mudahan selama mereka belum bekerja, mereka bisa hidup layak. Selama Ramadan ini mudah-mudahan ekonomi mereka tidak terganggu,” ujar Anggoro.
Satgas Pastikan JHT Cair Sebelum Lebaran
Komandan Satgas Tim Transisi, Supartodi, menegaskan bahwa pencairan JHT harus selesai sebelum Lebaran dan meminta eks karyawan melapor jika dana belum diterima setelah lima hari.
“Saya memiliki komitmen dengan BPJS (Ketenagakerjaan), sebelum Lebaran BPJS harus sudah diterima, sudah cair. Saya yakin cair, Pak Dirut menyampaikan dua tiga hari. Kalau tidak cair dalam lima hari langsung lapor ke Satgas,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyatakan keprihatinannya atas PHK massal yang dialami para pekerja. Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) telah berupaya mencarikan peluang kerja baru bagi mereka.
“Pemkab Sukoharjo cukup prihatin dengan kejadian ini. Kami hanya bisa membantu lewat Disperinaker dengan mengkomunikasikan perusahaan-perusahaan ada lowongan berapa. Kemarin sudah ada lebih dari 10 ribu, intinya untuk menekan angka pengangguran,” ujarnya.
Selain itu, rencana pengoperasian kembali pabrik bekas Sritex dalam dua minggu ke depan diharapkan dapat menyerap kembali tenaga kerja terdampak PHK.
“Ya saya senang. Dipekerjakan kembali ya monggo. Seumpama sini bisa jalan lagi, Alhamdulillah. Berarti UMKM jalan, ekonominya jalan,” pungkasnya.