MAKKAH, ARAB SAUDI — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited mulai menyalurkan kompensasi tunai kepada lebih dari 20 ribu jemaah haji yang terdampak gangguan konsumsi saat puncak ibadah haji 2025. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp64 miliar, sebagai bentuk tanggung jawab atas layanan yang tidak optimal.
Penyaluran kompensasi dimulai hari ini di Hotel 614, Makkah. Nilai kompensasi disesuaikan dengan jumlah konsumsi yang tidak diterima jemaah, yakni 10 riyal untuk sarapan, 15 riyal untuk makan siang, dan 15 riyal untuk makan malam. Sebagai contoh, jemaah di Hotel 614 yang tidak menerima makan malam pada 14 Zulhijah 1446 Hijriah (10 Juni 2025) mendapat penggantian sesuai ketentuan.
Direktur BPKH Limited, Iman Nikmatullah, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh jemaah atas ketidaknyamanan tersebut dan menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam menyelesaikan persoalan secara transparan dan adil.
“Kami tidak mencari alasan dan berkomitmen penuh untuk memenuhi hak setiap jemaah haji. Proses penyaluran kompensasi akan dilakukan secara bertahap ke hotel-hotel lain. Bagi jemaah yang telah bersiap untuk kepulangan, kompensasi akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing,” ujar Iman.
Selain kompensasi, BPKH Limited juga mengambil langkah tegas terhadap mitra katering yang terbukti wanprestasi. Lembaga ini akan membawa persoalan ke ranah hukum dan mencoret mitra yang gagal dari daftar penyedia layanan haji.
“Awalnya mereka menyatakan kesanggupan, namun secara mendadak menyatakan ketidakmampuan untuk memenuhi pesanan pada pagi 14 Zulhijah. Ini adalah hal yang sangat mengecewakan,” jelas Iman.
Setidaknya dua hingga empat mitra dapur akan dimintai pertanggungjawaban. Selama masa krisis 14–15 Zulhijah, BPKH Limited mendistribusikan makanan siap saji dan menambah kapasitas dapur sebagai langkah mitigasi.
Insiden ini menjadi titik evaluasi penting bagi BPKH Limited untuk memperbaiki sistem layanan konsumsi haji. Lembaga ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan akan terus menjadi prioritas agar jemaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk.
“Kami terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar para tamu Allah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan lancar,” tutup Iman.