SUMUT – Tim gabungan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut berhasil menggagalkan peredaran narkotika skala besar di Kota Medan dengan menyita 36 kilogram sabu-sabu dari dua lokasi kos-kosan yang menjadi sarang jaringan narkoba internasional. Operasi ini menjadi pukulan telak bagi sindikat pengedar narkotika di wilayah Sumatera Utara.
Penggerebekan di Dua Lokasi Strategis
Dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Rantau Isnur Eka, tim khusus menyerbu dua kos-kosan di Kota Medan pada Rabu (16/7). “Barang bukti yang disita sebanyak 36 kilogram sabu-sabu, satu unit mobil mini bus, handphone, dan lainnya,” ujar Kombes Rantau Isnur Eka di Medan, seperti dikutip dari mediaindonesia.com. Penindakan ini dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang dikembangkan secara intensif oleh tim gabungan.
Selain sabu dalam jumlah fantastis, petugas juga mengamankan sejumlah tersangka yang diduga menjadi bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi. Identitas tersangka masih dirahasiakan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Operasi ini menunjukkan ketegasan aparat dalam memutus rantai peredaran narkotika yang merusak generasi muda.
Komitmen Berantas Narkoba
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Brimob Polda Sumut dan BNNP Sumut untuk mendukung program nasional pemberantasan narkoba. “Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Brimob Polda Sumut dan BNNP Sumut dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba, serta memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya narkoba,” tutur Kombes Rantau.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. “Polda Sumut juga mengimbau kepada masyarakat agar berperan aktif dalam memberikan informasi jika ada hal yang mencurigakan di lingkungan masing-masing, agar segera ditindak,” tambahnya.
Dampak Operasi bagi Jaringan Narkoba
Keberhasilan operasi ini tidak hanya menghentikan peredaran 36 kilogram sabu, tetapi juga mengungkap adanya jaringan narkoba yang menghubungkan Sumatra dan Bali. Menurut laporan, terdapat empat jalur distribusi utama, yakni Medan-Singaraja, Medan-Jimbaran, Medan-Canggu, dan Medan-Denpasar. Penemuan ini menjadi indikasi bahwa sindikat narkoba di Medan memiliki koneksi luas, bahkan hingga ke destinasi wisata populer seperti Bali.
Pemberantasan Narkoba di Indonesia
Kasus ini menambah daftar panjang keberhasilan aparat penegak hukum dalam memerangi peredaran narkotika. Sebelumnya, penggerebekan serupa di berbagai daerah, seperti Samarinda dan Jakarta, juga berhasil menyita kilogram sabu yang disembunyikan dengan berbagai cara cerdik, mulai dari kemasan mi instan hingga kamar kos-kosan.
Operasi di Medan ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba masih jauh dari selesai. Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat, Indonesia terus bergerak menuju masa depan bebas narkoba.