Memotret Gerhana Bulan hari ini (3 Maret 2026) menggunakan handphone memang menantang karena objeknya sangat jauh dan kecil. Namun, dengan teknik yang tepat, Anda tetap bisa mendapatkan hasil yang estetik untuk dipamerkan di media sosial.
Untuk diketahui, gerhana Bulan total 3 Maret 2026 Mei bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia tanpa bantuan alat optik. Fase puncak gerhana akan terjadi pukul 18.33.39 WIB / 19.33.39 WITA / 20.33.39 WIT.
Berikut adalah tips praktis agar hasil foto gerhana Anda tidak hanya sekadar “titik putih blur”:
1. Gunakan Tripod (Hukumnya Wajib!)
Memotret di kondisi minim cahaya membutuhkan waktu eksposur yang lebih lama (long exposure). Getaran sekecil apa pun dari tangan Anda akan membuat hasil foto blur atau berbayang.
Jika tidak ada tripod, sandarkan HP pada benda stabil seperti pagar, tumpukan buku, atau batu.
2. Matikan “Digital Zoom” Berlebihan
Memaksa zoom hingga 50x atau 100x pada HP biasanya hanya akan merusak kualitas foto (pecah dan kasar).
Gunakan zoom optik maksimal HP Anda (biasanya 3x, 5x, atau 10x). Lebih baik foto agak jauh tapi tajam, lalu Anda crop (potong) nanti, daripada zoom maksimal tapi pecah.
3. Matikan Flash (Lampu Kilat)
Ini adalah kesalahan umum. Flash HP hanya menjangkau jarak 2-3 meter, sementara bulan berjarak ratusan ribu kilometer. Menyalakan flash justru akan membuat latar depan terang secara tidak alami dan membuat bulan tampak redup.
4. Gunakan Mode Pro/Manual
Jika HP Anda memilikinya, atur setelan berikut:
-
ISO: Atur rendah (antara 100 – 400) untuk mengurangi noise (bintik-bintik hitam).
-
Shutter Speed: Mulai dari 1/100 atau lebih lambat jika bulan terlalu gelap.
-
Focus: Geser ke “Infinity” atau arahkan ke objek yang sangat jauh agar bulan tetap tajam.
5. Kunci Fokus dan Atur Exposure
Jika Anda menggunakan mode otomatis, ketuk layar tepat di posisi bulan agar HP fokus ke sana.
Setelah kotak fokus muncul, geser ikon matahari (slider kecerahan) ke bawah. Turunkan kecerahan (underexpose) hingga detail tekstur permukaan bulan terlihat dan tidak tampak seperti bola lampu putih yang bersinar terang.
6. Gunakan Timer
Saat Anda menekan tombol jepret, HP akan bergoyang sedikit. Aktifkan timer 2 atau 3 detik. Dengan begitu, HP sudah dalam posisi diam sempurna saat kamera mulai mengambil gambar.
7. Buat Komposisi dengan “Foreground”
Bulan saja seringkali membosankan. Cobalah masukkan elemen bumi untuk memberi skala dan nuansa cerita, seperti siluet gedung tinggi, ranting pohon, menara masjid atau puncak gereja.
Jika Anda memiliki teropong binokular atau teleskop kecil, Anda bisa melakukan teknik Afokal: tempelkan lensa kamera HP tepat di lubang intip teropong. Hasilnya akan jauh lebih detail dan dramatis.