Sungkono (84), seorang pensiunan yang tinggal di Cilodong, Kota Depok, dibuat heran sekaligus takjub ketika melihat bunga bangkai Suweg tiba-tiba tumbuh dan mekar di halaman rumahnya.
“Bagi saya ini aneh. Saya sudah lama berkebun, tapi biasanya tanam pisang, singkong, atau tanaman yang bisa dimakan. Baru kali ini ada bunga seperti ini,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Sejak pensiun pada 1998, Sungkono memang menghabiskan hari-harinya dengan berkebun di rumah. Sebelumnya, ia bekerja sebagai pegawai di salah satu kementerian di Jakarta. Kecintaannya pada dunia tanam-menanam sudah muncul sejak remaja ketika masih tinggal di Purworejo, Jawa Tengah.
Selama 27 tahun berkebun di lahan rumahnya, Sungkono tak pernah menanam pohon Suweg. Namun, awal November lalu, ia dikejutkan oleh kemunculan kuncup bunga aneh di sudut kebun yang biasanya ia tanami pisang.
Kuncup itu menjulang sekitar 40–50 sentimeter, berwarna ungu tua, dan terlihat mencolok di antara batang pisang muda.
“Awalnya kuncup, lama-lama mekar. Hari ini malah sudah mulai layu,” katanya sambil menunjuk kelopak bunga yang mulai turun.
Menariknya, meski dikenal memiliki aroma menyengat, bunga bangkai Suweg di kebunnya nyaris tak mengeluarkan bau apa pun.
Sungkono mengaku baru kali ini melihat wujud bunga Suweg secara langsung.
“Dulu di kampung pernah dengar katanya bisa dimakan umbinya, tapi saya belum pernah lihat bunganya sendiri. Katanya kalau musim kemarau, kembangnya hilang,” tuturnya.
Dari pengamatan di lokasi, bunga bangkai Suweg itu tampak tumbuh di antara tanah yang tidak terlalu subur. Kelopaknya mulai layu dan mengering di ujung, sementara bagian putik yang berwarna ungu tua tampak mengerut. Meski begitu, kemunculannya tetap menjadi pemandangan langka yang menarik perhatian warga sekitar.
