JAKARTA – Pada tanggal 27 Januari, sejarah mencatat sejumlah peristiwa penting yang membentuk dunia, mulai dari tragedi maritim hingga akhir perang besar, kelahiran legenda olahraga, hingga pendirian organisasi ikonik. Berikut rangkuman peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini untuk menambah wawasan pembaca.
Kebakaran dan Tenggelamnya KMP Tampomas II
Salah satu bencana maritim terbesar dalam sejarah Indonesia terjadi pada 27 Januari 1981, ketika KMP Tampomas II milik PT Pelni mengalami kebakaran hebat dan akhirnya tenggelam di perairan sekitar Kepulauan Masalembu, Laut Jawa. Kapal roll-on/roll-off pengangkut penumpang dan kendaraan ini berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 24 Januari menuju Ujung Pandang (kini Makassar), Sulawesi Selatan, dengan membawa lebih dari 1.000 penumpang, puluhan awak kapal, serta ratusan kendaraan.
Kebakaran bermula dari percikan api di dek kendaraan yang cepat meluas akibat kondisi kapal dan cuaca buruk. Kapal yang dinakhodai Kapten Abdul Rivai (lahir di Bengkulu, 23 Agustus 1936) akhirnya karam pada siang hari 27 Januari sekitar pukul 12.45 WIB. Musibah ini menewaskan ratusan orang—berbagai sumber menyebut angka korban tewas mencapai 431 hingga lebih dari 600 jiwa—menjadikannya salah satu tragedi kapal terparah di Indonesia. Operasi penyelamatan melibatkan beberapa kapal lain, meski terhambat ombak besar dan angin kencang. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam dan menjadi pelajaran berharga tentang keselamatan maritim di Tanah Air.
Akhir Perang Vietnam (1973)
Perang Vietnam yang telah berlangsung puluhan tahun secara resmi berakhir pada 27 Januari 1973 dengan penandatanganan Persetujuan Damai Paris (Agreement on Ending the War and Restoring Peace in Vietnam). Dokumen ini ditandatangani oleh perwakilan Amerika Serikat, Republik Vietnam (Vietnam Selatan), Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara), serta Pemerintah Revolusi Sementara yang mewakili pihak revolusioner di Vietnam Selatan.
Perunding utama dari pihak Amerika Serikat adalah Penasihat Keamanan Nasional Henry Alfred Kissinger, sementara dari Vietnam Utara adalah anggota Politbiro Lê Đức Thọ. Keduanya dianugerahi Nobel Perdamaian atas upaya tersebut, meskipun Lê Đức Thọ menolak menerimanya. Kesepakatan ini mengakhiri keterlibatan langsung militer AS di Vietnam, meski konflik di lapangan belum sepenuhnya reda dan berlanjut hingga reunifikasi Vietnam pada 1975.
Kelahiran Legenda Bulu Tangkis Indonesia Ricky Subagja
Pebulu tangkis ganda putra legendaris Indonesia, Ricky Ahmad Subagja, lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Januari 1971. Bersama pasangannya, Rexy Mainaky, Ricky menjadi salah satu duet paling dominan di dunia pada era 1990-an. Mereka meraih berbagai prestasi gemilang, termasuk medali emas Olimpiade Atlanta 1996, gelar Juara Dunia 1995, All England 1995 dan 1996, serta medali emas Asian Games 1994 dan 1998.
Duet ini juga menyumbang besar bagi dominasi Indonesia di Thomas Cup dengan empat gelar beruntun pada 1994, 1996, 1998, dan 2000. Ricky dikenal atas kecepatan, kekuatan smash, dan ketangkasannya di lapangan, menjadikannya ikon bulu tangkis nasional yang menginspirasi generasi berikutnya.
Pecahnya Perang Boshin di Jepang (1868)
Perang saudara besar di Jepang, Perang Boshin (Boshin Sensō), meletus pada 1868 dan berlangsung hingga 1869. Konflik ini mempertemukan pasukan Keshogunan Tokugawa dengan koalisi faksi pro-kekaisaran yang ingin mengembalikan kekuasaan politik sepenuhnya ke tangan Kaisar. Ketidakpuasan terhadap kebijakan keshogunan yang dianggap terlalu lunak terhadap pengaruh asing menjadi pemicu utama, terutama di kalangan bangsawan dan samurai muda.
Perang ini menandai akhir era feodal Tokugawa dan membuka jalan bagi Restorasi Meiji, yang kemudian memodernisasi Jepang secara pesat hingga menjadi salah satu kekuatan dunia.
Pendirian National Geographic Society (1888)
Pada 27 Januari 1888, National Geographic Society resmi didirikan di Washington, D.C., Amerika Serikat, oleh 33 ilmuwan, penjelajah, dan tokoh terkemuka yang ingin meningkatkan serta menyebarkan pengetahuan geografi. Gardiner Greene Hubbard terpilih sebagai presiden pertama, kemudian digantikan oleh menantunya, Alexander Graham Bell.
Organisasi nirlaba ini awalnya berfokus pada eksplorasi dan penelitian, yang kemudian melahirkan majalah National Geographic—salah satu publikasi paling berpengaruh di dunia—serta mendukung ribuan ekspedisi ilmiah dan upaya konservasi lingkungan global hingga kini.
Hari ini mengingatkan kita pada perpaduan antara tragedi, perdamaian, prestasi, dan inovasi yang terus membentuk peradaban manusia.