JAKARTA – Laporan terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) memberikan sinyal peringatan bagi keamanan global. SIPRI menyatakan bahwa era pengurangan senjata nuklir secara bertahap telah resmi berakhir. Sebaliknya, sembilan negara pemilik senjata nuklir saat ini justru terpantau tengah memperkuat dan melakukan modernisasi besar-besaran terhadap arsenal mereka.
Kecenderungan ini menandai pergeseran signifikan dalam geopolitik pertahanan dunia, di mana transparansi mengenai kekuatan nuklir menurun drastis seiring meningkatnya ketegangan antar-negara besar.
Rusia dan AS Masih Mendominasi
Berdasarkan data SIPRI, Rusia dan Amerika Serikat tetap memegang kendali atas sekitar 90 persen dari total senjata nuklir global. Moskow saat ini memimpin dengan jumlah hulu ledak mencapai 4.309 unit, disusul oleh Washington dengan 3.700 hulu ledak.
Kedua negara tersebut dilaporkan terus meningkatkan kesiapan operasional serta mengembangkan sistem peluncuran yang lebih canggih, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) dan kapal selam nuklir generasi terbaru.
Ekspansi Cepat China
Salah satu sorotan utama dalam laporan ini adalah akselerasi kekuatan nuklir China. Beijing tercatat kini memiliki 600 hulu ledak, meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Para ahli militer memperkirakan China berpotensi menyejajarkan jumlah hulu ledak mereka dengan Rusia atau AS pada akhir dekade ini jika tren ekspansi terus berlanjut.
Ketegangan Regional dan Nuklir Baru
Di kawasan Asia Selatan, India (180) dan Pakistan (170) terus terlibat dalam perlombaan senjata yang stabil namun persisten. Sementara itu, Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong-un dilaporkan telah merakit sekitar 50 hulu ledak, dengan stok material fisil yang cukup untuk memproduksi lebih banyak lagi.
Israel, yang secara resmi tidak pernah mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan nuklir (strategic ambiguity), diyakini memiliki 90 hulu ledak untuk menjaga supremasi militer di Timur Tengah.
Pihak SIPRI menegaskan bahwa tren modernisasi ini sangat mengkhawatirkan karena meningkatkan risiko kesalahan perhitungan strategis yang dapat berujung pada bencana global.
Daftar Negara Pemilik Hulu Ledak Nuklir Dunia
Berikut adalah peringkat sembilan negara dengan kepemilikan hulu ledak nuklir menurut laporan terbaru:
Peringkat Negara Berdasarkan Jumlah Hulu Ledak
- Rusia: 4.309
- Amerika Serikat: 3.700
- China: 600
- Prancis: 290
- Inggris: 225
- India: 180
- Pakistan: 170
- Israel: 90
- Korea Utara: 50