JAKARTA – Serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan enam orang dan melukai tujuh lainnya, menurut laporan media pemerintah pada Selasa (12/5/2026).
Insiden ini terjadi di tengah pertempuran yang terus berlanjut meskipun perjanjian gencatan senjata telah disepakati.
Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon yang dilansir Hurriyet Daily News, melaporkan bahwa serangan pada Senin malam menghantam sebuah rumah di Kfar Dounine, kota yang berjarak sekitar 95 kilometer dari Beirut. Para korban luka kemudian dilarikan ke rumah sakit di Tyre, kota pesisir Lebanon.
Israel disebut mengintensifkan serangan di wilayah selatan Lebanon, bersamaan dengan baku tembak melawan Hizbullah yang didukung Iran. Padahal, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah diumumkan sejak 17 April untuk menghentikan eskalasi konflik.
Data otoritas kesehatan menunjukkan lebih dari 2.800 orang tewas di Lebanon sejak negara itu terseret dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret. Para pemimpin Lebanon bahkan mendesak duta besar AS di Beirut untuk menekan Israel agar menghentikan serangan selama masa gencatan senjata.
Militer Israel melaporkan seorang tentaranya tewas akhir pekan lalu dalam pertempuran di dekat perbatasan, menambah jumlah korban di pihak Israel menjadi 18 tentara dan seorang kontraktor sipil sejak perang dimulai.
Pada Selasa, NNA juga melaporkan serangan di sekitar kota-kota lain di Lebanon selatan, sementara militer Israel memerintahkan evakuasi warga dari Sohmor di lembah Bekaa, Lebanon timur.