JAKARTA — Pemerintah memastikan pembangunan sekolah baru tidak mengesampingkan pembenahan fasilitas pendidikan yang telah digunakan masyarakat.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalankan renovasi sekolah lama bersamaan dengan pembangunan fasilitas pendidikan baru.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan akses dan kualitas pendidikan di berbagai daerah Indonesia.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan kedua agenda tersebut berjalan secara bersamaan.
“Ini adalah tanda bahwa negara membenahi yang lama sekaligus membangun yang baru.”
“Pada tahap awal pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, kami memanfaatkan fasilitas milik Kemendikdasmen dan pemerintah daerah yang sudah ada agar hak belajar anak-anak tidak tertunda hanya untuk menunggu gedung baru selesai dibangun,” ujar Gogot.
Menurut Kemendikdasmen, sebanyak 35 lokasi dijadwalkan memasuki pembangunan fisik sepanjang 2026.
Sekolah di lokasi tersebut diproyeksikan mulai menerima peserta didik baru pada 2027 setelah pembangunan memasuki tahap yang memungkinkan operasional.
Program itu merupakan bagian dari target jangka panjang pemerintah untuk menghadirkan hingga 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2029.
Keberadaan sekolah tersebut diharapkan memperkuat layanan pendidikan sekaligus mendorong transformasi pendidikan secara berkelanjutan di daerah.
Pemerintah juga menyoroti potensi peserta didik yang telah masuk dalam angkatan pertama program Sekolah Nasional Terintegrasi.
Para peserta didik tersebut mencakup lulusan terbaik dari sekolah sebelumnya hingga anak-anak yang memiliki cita-cita menjadi dokter spesialis.
Talenta lain juga muncul dari kalangan peserta didik, termasuk mereka yang telah meraih pencapaian sebagai Pramuka Garuda.
“Kenyataan pada angkatan pertama ini menjadi bukti bahwa talenta unggul Indonesia pada dasarnya tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Mereka hanya menunggu kesempatan yang setara untuk berkembang,” tutup Gogot.***