JAKARTA – Iran menegaskan Amerika Serikat harus menerima rencana perdamaian terbaru yang diajukan Teheran atau menghadapi kegagalan. Peringatan itu disampaikan Kepala Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Selasa (12/5/2026), setelah peresiden AS, Donald Trump menyebut gencatan senjata di Timur Tengah berada pada ambang kehancuran.
Perang yang pecah lebih dari dua bulan lalu akibat serangan AS–Israel terhadap Iran telah meluas ke berbagai kawasan Timur Tengah dan mengguncang perekonomian global. Meski gencatan senjata sempat diberlakukan, kedua pihak tetap menolak kompromi dan saling mengancam melanjutkan pertempuran.
“Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil; hanya akan menghasilkan kegagalan demi kegagalan,” tulis Ghalibaf di X, dilansir Hurriyet Daily News. Ia menambahkan, “Semakin lama mereka mengulur waktu, semakin banyak uang pajak warga Amerika yang akan menanggungnya.”
Pentagon mencatat biaya perang telah melonjak menjadi hampir 29 miliar dolar AS, naik sekitar 4 miliar dolar dibandingkan dua pekan sebelumnya. Proposal Iran menuntut diakhirinya perang di semua lini, termasuk Lebanon, penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan.
Trump menolak usulan itu dengan tegas. Ia menyebut tanggapan Teheran “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA” dan menegaskan AS akan meraih “kemenangan penuh”.
Di Teheran, Garda Revolusi Iran menggelar latihan militer untuk “meningkatkan kemampuan tempur menghadapi setiap gerakan musuh Amerika-Zionis.” Juru bicara Kementerian Pertahanan, Reza Talaei-Nik, menegaskan jika AS tidak tunduk pada tuntutan Iran, maka harus siap menghadapi kekalahan di medan perang.
Ketegangan ini membuat warga Iran semakin gelisah. “Kami hanya berusaha berpegang teguh pada apa pun yang dapat membantu kami bertahan hidup. Masa depan sangat tidak pasti dan kami hanya menjalani hidup dari hari ke hari,” kata Maryam, seorang pelukis berusia 43 tahun dari Teheran.
Situasi juga berdampak pada energi global. Reaksi Trump terhadap tawaran Iran memicu lonjakan harga minyak dan memperburuk krisis di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia. Iran membatasi lalu lintas maritim dan menyiapkan mekanisme pembayaran tol bagi kapal yang melintas.
Di Lebanon, serangan Israel terus berlanjut meski ada gencatan senjata sejak 17 April. Kementerian kesehatan melaporkan lebih dari 2.880 korban jiwa sejak negara itu terseret perang pada 2 Maret. Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, menegaskan pihaknya tidak akan menyerah. “Kami tidak akan meninggalkan medan perang dan kami akan mengubahnya menjadi neraka bagi Israel,” ujarnya.