KALBAR— Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib, meminta maaf setelah video aktivitas pembakaran tumpukan kayu di lahannya viral di media sosial. Polemik tersebut kini masuk dalam penanganan Polres Mempawah setelah masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran terkait pembakaran lahan.
Dalam video yang beredar, terlihat area lahan yang telah terbakar. Rekaman itu juga memuat pernyataan mengenai rencana pembakaran sisa lahan untuk kepentingan penanaman kelapa sawit. Video tersebut kemudian menuai sorotan dan kecaman publik.
Choirussaib akhirnya memberikan klarifikasi terkait rekaman yang beredar. Ia menyebut lahan yang terlihat dalam video sebenarnya telah terbakar sejak awal September 2026.
“Pertama, saya ucapkan mohon maaf atas terjadinya kegaduhan yang terjadi di sosial media kemarin,” kata Choirussaib saat memberikan keterangan, Selasa (22/9/2026).
Menurut Choirussaib, aktivitas pembakaran yang direkam dalam video bukan merupakan pembukaan lahan baru. Ia mengatakan, api hanya digunakan untuk membakar tumpukan kayu yang tersisa dari kebakaran sebelumnya.
Ia menjelaskan, setelah lahan terbakar pada awal September, masih terdapat sejumlah material kayu yang belum habis terbakar. Kayu tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu tumpukan sebelum dibakar kembali pada pertengahan September.
“Intinya, saya hanya membakar tumpukan kayu yang saya kumpulkan dari bekas-bekas kebakaran yang sebelumnya sudah terbakar. Jadi, lahan saya itu sudah terbakar semuanya,” ujar Choirussaib.
Ia juga membantah pembakaran tumpukan kayu tersebut menyebabkan api merembet ke lahan lain. Menurut dia, area perkebunan di sisi kanan dan kiri lahannya sudah lebih dulu terbakar.
“Lahan orang, sebelah kanan, sebelah kiri, itu sudah terbakar semua. Jadi tidak ada merembet ke mana-mana, karena hanya setumpukan yang terbakar,” tuturnya.
Klaim Hanya Merekam Aksi Rekan
Choirussaib juga menjelaskan keterlibatannya dalam aktivitas yang terekam dalam video. Ia mengaku tidak menjadi orang yang melakukan pembakaran secara langsung.
Menurutnya, pembakaran dilakukan oleh rekannya yang berada di lokasi. Sementara dirinya hanya merekam aktivitas tersebut menggunakan kamera ponsel.
“Perlu kawan-kawan ketahui bahwa yang membakar itu teman saya. Saya hanya iseng bikin video, itulah kesalahan saya. Mungkin sehingga video itu jadi viral, sekali lagi saya mohon maaf,” ucapnya.
Meski telah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf, polemik tersebut tetap berlanjut ke ranah hukum. Kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan fakta terkait aktivitas pembakaran yang terekam dalam video.
Polisi Turun ke Lokasi
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
“Video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kami. Selanjutnya akan kami cek dan dalami di lapangan. Semua harus berdasarkan fakta dan bukti,” kata Ade Chandra.
Satuan Reserse Kriminal Polres Mempawah telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa kondisi lahan, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti dan dokumentasi.
Penyelidikan juga dilakukan dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas pembakaran tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kronologi dan kondisi sebenarnya di lokasi.
Kasus tersebut semakin bergulir setelah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah menyampaikan laporan resmi kepada kepolisian.
Hingga kini, Polres Mempawah masih mendalami laporan dan bukti yang dikumpulkan di lapangan. Kepolisian belum menetapkan status hukum Choirussaib maupun menyimpulkan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.