Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, diwarnai drama pelarian. Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, beserta Sekretaris Daerah (Sekda), Zulkarnaen, mendadak hilang secara misterius tepat saat tim penindakan KPK mengepung wilayah tersebut.
Mengendus adanya keganjilan, KPK kini meluncurkan penyelidikan internal untuk menelusuri dugaan bahwa rencana operasi senyap ini telah bocor sebelumnya.
Perburuan Intensif: KPK Tuntut Sikap Kooperatif
Hingga saat ini, tim pemburu dari lembaga antirasuah masih terus menyisir berbagai lokasi untuk melacak keberadaan kedua pejabat teras tersebut. KPK mengeluarkan peringatan keras agar keduanya tidak mempersulit jalannya penegakan hukum.
“Kami mengimbau dalam kesempatan ini kepada Bupati dan Sekda Kuansing untuk kooperatif menyerahkan diri ke KPK, sehingga proses hukum yang berjalan bisa dilakukan secara efektif,” tambah Budi.
Hasil Operasi Senyap: 10 Orang Diringkus, Mobil & Dokumen Disita
Meski sang bupati melarikan diri, operasi ini tetap membuahkan hasil besar. Total ada 10 orang yang berhasil diciduk oleh tim KPK. Skema penangkapannya dibagi dalam dua wilayah. 9 Orang ditangkap langsung di wilayah hukum Kuansing, Riau. 1 Orang diamankan secara terpisah di wilayah Jakarta.
Dari 10 orang yang terjaring, 5 orang di antaranya telah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani interogasi mendalam di Gedung Merah Putih. Kelompok yang ditahan ini terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Kuansing, pihak swasta, serta satu orang yang diidentifikasi sebagai kerabat dekat dari ASN tersebut.
Selain mengamankan para terduga pelaku, tim KPK juga menyita sejumlah barang bukti yang bernilai signifikan berupa barang bukti elektronik berisi rekam jejak digital transaksi keuangan terlarang dan sebuah unit mobil yang diduga kuat menjadi instrumen atau hasil dari praktik suap tersebut.
Duduk Perkara: Gurita Suap Jual Beli Jabatan
Kasus kakap yang mengguncang publik Riau ini diduga kuat berkaitan erat dengan praktik suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing. Para oknum pejabat diduga mematok tarif tertentu bagi ASN yang ingin menduduki posisi strategis.
Tabir misteri dan detail lengkap mengenai konstruksi perkara, kronologi penggerebekan, hingga status hukum para pihak yang ditangkap dijadwalkan akan dibongkar secara transparan oleh KPK dalam konferensi pers resmi pada Rabu (1/7) besok.