Ketegangan politik di pucuk pimpinan Kabupaten Lebak akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat terlibat perselisihan terbuka yang memicu kegaduhan publik, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah sepakat untuk menyudahi konflik dan saling memaafkan pada Rabu (1/4/2026).
Pertemuan di Kediaman Sang Senior
Momen rekonsiliasi ini berlangsung khidmat di rumah pribadi Amir Hamzah di Kampung Kapugeran, Rangkasbitung. Bupati Hasbi yang datang didampingi Sekda Lebak menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki hubungan kerja yang sempat retak.
“Atas nama pribadi dan Pak Wakil, kami menyatakan akan kembali fokus bekerja untuk rakyat dan menjaga stabilitas pemerintahan. Apa yang terjadi kemarin, sudahlah berlalu,” ujar Hasbi dengan nada rendah hati.
Mengakui Kekhilafan: “Saya Bukan Makhluk Sempurna”
Perselisihan ini bermula saat acara halalbihalal pada Senin (30/3), di mana Bupati Hasbi melontarkan sindiran tajam terkait status masa lalu Amir Hamzah sebagai mantan narapidana. Ucapan tersebut sempat membuat Amir meradang karena merasa dihina secara pribadi di depan para ASN.
Dalam pertemuan damai ini, Hasbi secara ksatria mengakui kesalahannya dan memuji sosok wakilnya. Hasbi mengakui bahwa menyinggung masa lalu Amir adalah kekhilafan komunikasi.
Ia menyebut Amir bukan sekadar wakil, melainkan sosok senior dan orang tua yang menjadi panutannya dalam memimpin. Hasbi berjanji akan memperbaiki sikap dan pola komunikasi demi kepentingan masyarakat Lebak.
Fokus pada Kepentingan Rakyat
Hasbi menegaskan bahwa urusan personal di antara keduanya telah tuntas. Ia menjamin insiden serupa tidak akan terulang kembali agar roda pemerintahan tidak terganggu oleh ego kepemimpinan.
“Urusan personal sudah selesai. Kami sudah sepakat untuk kembali mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya,” tegasnya.
Dengan berakhirnya perseteruan ini, publik Lebak berharap dwitunggal kepemimpinan tersebut dapat kembali harmonis dalam menjalankan amanah sisa masa jabatan mereka.