JAKARTA — Ulama kharismatik Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya mengajak masyarakat untuk mendoakan Presiden RI Prabowo Subianto agar diberi kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ajakan itu disampaikan usai menghadiri undangan buka puasa bersama ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Kamis (5/3/2026).
Menurut Buya Yahya, menjadi presiden bukanlah tugas ringan karena setiap keputusan besar menyangkut kepentingan rakyat dan masa depan bangsa. “Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita, bagaimana mereka bisa sukses dengan menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Ia berharap doa masyarakat dapat menjadi energi kebaikan bagi kepemimpinan nasional, sehingga Indonesia tetap berada di jalur kedamaian dan kesejahteraan. “Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat bahagia,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Buya Yahya juga menyampaikan “pesan cinta” kepada Presiden Prabowo, menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai kebaikan dan kedamaian. “Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah, semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan,” katanya.
Selain itu, ia menyinggung kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Menurutnya, situasi dalam negeri masih aman dan tenteram, tercermin dari masyarakat yang tetap dapat menjalankan kewajiban sehari-hari. “Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas, kewajiban secara pribadi, keluarga, kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang urusan dengan luar negeri, tentu ada yang lebih tahu dalam hal ini,” tutupnya.