Tim pendatang baru Formula 1, Cadillac, membuat langkah strategis besar menjelang musim debutnya dengan menunjuk Marc Hynes sebagai Chief Racing Officer. Penunjukan mantan juara British F3 ini diumumkan hanya beberapa hari sebelum sesi tes pramusim resmi dimulai di Bahrain pada 11 Februari mendatang.
Peran Strategis dan Reuni Penting
Marc Hynes, yang dikenal luas sebagai mantan CEO Project 44 (perusahaan manajemen Lewis Hamilton) antara 2015-2021, kini dipercaya untuk mengawasi seluruh program pembalap tim asal Amerika tersebut. Hynes bertugas menyelaraskan operasi teknis dengan performa di lintasan.
Keputusan ini sekaligus mempertemukan kembali Hynes dengan Team Principal Cadillac, Graeme Lowdon. Keduanya pernah bekerja sama di tim Manor/Marussia F1 sebelum tim tersebut bubar.
Dalam peran barunya, Hynes akan mengelola jajaran pembalap yang solid, yaitu:
-
Pembalap Utama: Valtteri Bottas dan Sergio Perez (gabungan pengalaman lebih dari 500 start GP).
-
Pembalap Cadangan: Zhou Guanyu.
-
Pembalap Tes: Colton Herta (bintang IndyCar yang kini berkompetisi di F2).
“Membangun tim baru di F1 adalah tantangan langka. Fokus saya adalah menciptakan disiplin dan keselarasan agar seluruh tim, baik pembalap maupun insinyur, dapat tampil maksimal,” tegas Hynes.
Koneksi Mendalam di Paddock
Hynes membawa portofolio mentereng ke Cadillac. Selain pernah mengalahkan Jenson Button saat menjuarai British F3 1999, ia juga memiliki koneksi kuat melalui perannya sebagai manajer Zhou Guanyu.
Menariknya, penunjukan ini terjadi tak lama setelah laporan bahwa Hynes telah berpisah jalan dengan Lewis Hamilton menjelang kepindahan sang juara dunia tujuh kali tersebut ke Ferrari.
Cadillac, yang didukung penuh oleh General Motors, resmi masuk sebagai tim ke-11 di grid F1—pendatang baru pertama sejak Haas pada 2016. Dengan kepemimpinan Hynes dan Lowdon, tim ini menargetkan fondasi yang kuat sebelum mulai bersaing di barisan depan dalam jangka panjang.
