TEXAS, AS – Seorang kandidat kongres dari Partai Republik di Texas, Amerika Serikat, memicu kemarahan publik setelah merilis iklan kampanye yang menampilkan aksi pembakaran Al-Quran. Valentina Gomez, yang mengusung jargon “MAGA America First” ala Donald Trump, mengunggah video provokatif tersebut pada Selasa (26/8/2025) melalui platform media sosial X, sebagai bagian dari kampanye untuk kursi di Kongres AS.
Dalam video yang viral, Gomez tampak menembaki Al-Quran sambil mengeluarkan pernyataan kontroversial, “Putri-putrimu akan diperkosa dan putra-putramu akan dipenggal, kecuali kita menghentikan Islam untuk selamanya.” Ia juga menulis di unggahannya, “Saya akan mengakhiri Islam di Texas, jadi bantulah saya, Tuhan…” untuk meminta dukungan kampanye. Aksi ini diiringi lagu dari rapper Ye, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, menambah dimensi kontroversi pada video tersebut.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 3,8 juta kali dalam 24 jam, memicu reaksi beragam dari netizen. Sebagian mendukung Gomez, sementara mayoritas mengutuk tindakannya sebagai bentuk intoleransi dan ujaran kebencian. Gomez, yang dikenal dengan pernyataan-pernyataan kasar terkait berbagai isu, kembali menjadi sorotan atas sikapnya yang memecah belah.
Latar Belakang dan Dampak
Aksi Gomez ini bukanlah yang pertama kali menuai kecaman. Sebelumnya, ia kerap dikritik karena komentar-komentar provokatif yang menyinggung berbagai kelompok. Tindakan membakar Al-Quran, kitab suci umat Islam, dipandang sebagai eskalasi serius yang dapat memicu ketegangan agama di Texas dan Amerika Serikat secara luas.
Pakar politik dari Universitas Texas, Dr. John Miller, menyebut aksi ini sebagai “strategi berbahaya untuk menarik perhatian pemilih ekstrem.” Ia menambahkan, “Tindakan semacam ini tidak hanya merusak citra kandidat, tetapi juga memperdalam polarisasi di masyarakat.”
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Partai Republik atau tim kampanye Donald Trump terkait aksi Gomez. Namun, organisasi keagamaan dan kelompok hak asasi manusia di AS telah mendesak penegak hukum untuk menyelidiki potensi ujaran kebencian dalam video tersebut.
Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya
Komunitas Muslim di Texas mengecam keras aksi Gomez. “Tindakan ini tidak hanya menghina, tetapi juga membahayakan komunitas kami,” ujar Imam Ali Hassan, ketua sebuah masjid di Houston. Ia menyerukan dialog antaragama untuk meredam ketegangan.
Sementara itu, unggahan Gomez di X terus menjadi bahan perbincangan, dengan tagar #StopHate dan #ValentinaGomez trending di platform tersebut. Beberapa aktivis menyerukan boikot terhadap kampanye Gomez, sementara pendukungnya justru memuji keberaniannya dalam menyuarakan pandangan kontroversial.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi politik di AS menjelang pemilu kongres. Dengan meningkatnya polarisasi politik, aksi Gomez kemungkinan akan terus menjadi sorotan, baik di Texas maupun di panggung nasional.