JATIM — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali memperluas upaya pencegahan radikalisme di lingkungan kampus melalui program *Penguatan Kampus Kebangsaan* yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Program ini difokuskan untuk membangun kewaspadaan sivitas akademika terhadap penyebaran paham radikal dan terorisme yang kini semakin masif di platform digital.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, menegaskan bahwa media sosial telah menjadi ruang yang rentan dieksploitasi kelompok teror untuk menyebarkan propaganda hingga pendanaan.
“Hari ini kita lakukan edukasi bagaimana tentang modus operandi maupun cara perkembangan terorisme kekinian. Terlebih, saat ini sosial media dijadikan tempat atau wadah yang efektif untuk melakukan 3 hal pertama propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme. Maka, terus kita lakukan mitigasi dan pencegahan di kalangan kampus,” ujarnya saat membuka kegiatan pada Rabu, 9 Desember 2025.
Eddy menambahkan, program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk membangun Kesiapsiagaan Nasional.
“Kegiatan penguatan kampus kebangsaan ini merupakan amanat Undang – Undang Nomor 5 tahun 2018, bahwa kita melakukan kesiapsiagaan nasional dengan melalui pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Dukungan terhadap penguatan literasi digital ini turut disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Ampel Surabaya, Abdul Muhid. Ia menegaskan komitmen kampus dalam menjaga nilai kebangsaan dan menolak segala bentuk radikalisme.
“UIN Sunan Ampel Surabaya berkomitmen untuk menjaga kampus ini dari paham-paham radikalisme, karena UIN Sunan Ampel Surabaya ini dilahirkan dan didirikan oleh para ulama, kiyai yang tentu komitmen terhadap kebangsaan tidak bisa diragukan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Timur, Husniyatus Salamah Zainiyati, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperluas edukasi pencegahan radikalisme terutama melalui literasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
“Kami dari FKPT Jawa Timur berkomitmen untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat bagaimana upaya pencegahan ini perlu dilakukan termasuk kami masifkan ketika perkuliahan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga serta kewaspadaan terhadap informasi digital melalui prinsip double check untuk menekan potensi penyebaran ajaran radikal.
Pelaksanaan Penguatan Kampus Kebangsaan di UIN Sunan Ampel ini menegaskan komitmen BNPT dalam memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya generasi muda, menghadapi ancaman terorisme yang kini bergerak aktif di ruang siber. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kampus yang kritis, adaptif, dan tahan terhadap infiltrasi paham ekstrem.