NTT – Antonius Tebenas, seorang siswa berusia 13 tahun, mengungkapkan kebahagiaannya bisa bergabung dengan Sekolah Rakyat Efata di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyatakan telah mempersiapkan diri sejak pagi dengan rutinitas yang disiplin: bangun pukul 04.30 WITA, mandi, dan sarapan pukul 06.30 WITA dengan menu nasi goreng, telur, dan kerupuk.
Dikutip dari Antara, pada hari Senin (14/7/2025), Antonius dan teman-temannya memulai tahun ajaran baru 2025/2026 di Sekolah Rakyat tersebut, yang diawali dengan upacara bendera.
“Senang sekali hari pertama masuk Sekolah Rakyat, bahagia juga karena dapat banyak teman. Asramanya juga nyaman dan bagus,” ujar Antonius dengan semangat.
Sekolah Rakyat Efata NTT menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk asrama dan program Makan Gizi Gratis (MBG) yang memberikan makan tiga kali sehari. Total terdapat 100 murid yang telah dijemput dan mulai tinggal di asrama sejak 12 Juli lalu.
Sebelum berasrama, para siswa menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk tes mata, tes darah, pemeriksaan fisik, dan tes telinga untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum memulai proses belajar mengajar.
Program Sekolah Rakyat, yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.
Pada tahun ajaran 2025/2026, program Sekolah Rakyat akan hadir di 100 titik rintisan di seluruh Indonesia. Sebanyak 63 titik akan memulai matrikulasi pada 14 Juli 2025, sementara 37 titik lainnya dijadwalkan dimulai pada akhir bulan yang sama.