SWISS – Presiden Prabowo Subianto membagikan pengalaman emosionalnya saat menceritakan respons masyarakat desa terhadap kehadiran panel interaktif digital di sekolah-sekolah dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Dalam pidato resminya di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menuturkan bahwa program digitalisasi pendidikan yang baru berjalan sepekan langsung disambut antusias oleh siswa, guru, dan warga desa.
Ia menggambarkan suasana kelas yang berubah drastis setelah papan interaktif digital terpasang, memicu kegembiraan yang bahkan membuat sebagian warga meneteskan air mata haru.
Prabowo mengakui ada satu pesan dari masyarakat desa yang secara khusus membekas kuat di hatinya.
“Kami menerima banyak pesan, salah satunya berbunyi: ‘Pak Presiden, sepanjang sejarah desa ini, kami tidak pernah merasa bahwa pemerintah pusat mengetahui keberadaan kami.”
“Baru kali ini kami merasa pemerintah pusat peduli, hadir di desa kami, dan membantu mendidik anak-anak kami.’ Bagi saya, ini sangat mengharukan,” ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).
Menurut Prabowo, kehadiran panel interaktif digital di sekolah bukan sekadar modernisasi alat belajar, melainkan simbol nyata kehadiran negara hingga ke pelosok.
Ia menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prabowo menilai masa depan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global.
“Ketertinggalan pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang dapat berharap stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf, atau tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Prabowo memastikan agenda digitalisasi pendidikan nasional akan dipercepat dan diperluas secara besar-besaran mulai tahun ini.
“Tahun ini pada 2026, kami akan menambah satu juta panel interaktif digital lagi sehingga setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas dengan fasilitas tersebut,” kata Prabowo.
Ia menargetkan pemerataan infrastruktur pembelajaran digital dapat tercapai dalam tiga tahun ke depan di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital.”
“Dengan begitu, misalnya saya berada di Jakarta, saya dapat mengunjungi sekolah mana pun di Indonesia dan melihat langsung kualitas pengajaran para guru serta respons para murid,” tutup Prabowo.***
