Industri K-pop dan drama Korea kembali dikejutkan oleh skandal pajak yang melibatkan salah satu bintang terbesarnya, Cha Eun Woo, anggota grup idola ASTRO. Aktor sekaligus penyanyi berusia 28 tahun ini dituduh melakukan penghindaran pajak (tax evasion) senilai sekitar 20 miliar won Korea (setara dengan Rp 214 miliar atau sekitar US$13,8 juta), terkait dengan perusahaan yang didirikan atas nama ibunya.
Kasus ini muncul setelah audit oleh Kantor Pajak Regional Seoul, yang menemukan adanya penyaluran pendapatan tidak wajar ke perusahaan tersebut, diduga untuk mengurangi kewajiban pajak pribadinya.
Kasus ini pertama kali terungkap pada awal Januari 2026, ketika berita tentang pemberitahuan pajak tambahan beredar luas di media Korea Selatan. Menurut laporan, Cha Eun Woo diduga menggunakan perusahaan milik ibunya sebagai “shell company” untuk menyalurkan sebagian besar pendapatannya dari aktivitas hiburan, termasuk iklan, drama, dan musik.
Hal ini dianggap sebagai upaya untuk menghindari tarif pajak yang lebih tinggi atas pendapatan pribadi. Kantor pajak menuntut pembayaran pajak tertunggak beserta denda, yang totalnya mencapai angka fantastis tersebut.
Jika terbukti sebagai tax evasion (penghindaran pajak ilegal), Cha Eun Woo berpotensi menghadapi tuntutan pidana, termasuk kemungkinan hukuman penjara, meskipun para ahli hukum memperdebatkan apakah ini lebih condong ke tax avoidance (penghindaran legal tapi etis dipertanyakan).
Respons dari pihak Cha Eun Woo datang melalui agensinya, Fantagio Entertainment, yang membantah tuduhan evasion. Dalam pernyataan resmi, mereka menyatakan bahwa ini hanyalah “review administratif atas klasifikasi pendapatan” dan bukan tindakan ilegal.
Agensi menegaskan bahwa Cha Eun Woo akan kooperatif dengan otoritas pajak dan membayar apa pun yang diwajibkan, sambil menyangkal adanya niat jahat. Namun, kontroversi ini telah memicu reaksi negatif dari publik, dengan netizen di media sosial seperti X dan Instagram menuduhnya “mengkhianati penggemar” dan “menyalahgunakan status selebriti”.
Beberapa bahkan membandingkannya dengan skandal pajak selebriti Korea sebelumnya, seperti kasus CL yang juga menjadi sorotan.
Kena Cancel Culture
Dampak dari skandal ini langsung terasa pada karir Cha Eun Woo. Beberapa merek besar di Korea Selatan, termasuk brand skincare Abib, telah menarik iklan dan kampanye yang melibatkannya, khawatir akan backlash publik.
Industri periklanan Korea, yang bergantung pada citra bersih selebriti, kini ragu-ragu untuk melanjutkan kolaborasi dengannya, meskipun dia masih memiliki jadwal militer hingga 368 hari ke depan. Penggemar setia ASTRO, yang dikenal sebagai AROHA, terbagi: sebagian mendukungnya dengan tagar #WeStandWithEunwoo, sementara yang lain merasa kecewa atas potensi kerusakan citra grup.
Kasus ini menyoroti isu yang lebih luas di industri hiburan Korea, di mana selebriti sering kali terlibat dalam struktur keuangan kompleks untuk mengelola pendapatan tinggi mereka. Para ahli pajak memperingatkan bahwa tanpa transparansi, skandal semacam ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap idola K-pop.
Saat ini, investigasi masih berlangsung, dan Cha Eun Woo diharapkan memberikan klarifikasi lebih lanjut setelah keluar dari dinas militer. Bagi penggemar di Indonesia, yang banyak mengidolakannya lewat drama seperti “True Beauty” dan “Island”, skandal ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap K-entertainment, ada realitas hukum dan etika yang harus dihadapi.
