JAKARTA – Chelsea kembali mendapat dorongan besar dalam upayanya merekrut gelandang Bournemouth, Alex Scott.
Pemain berusia 23 tahun itu tampil menonjol ketika Inggris menghancurkan Kroasia dengan skor 7-0.
Scott dipercaya sebagai starter untuk pertama kalinya oleh pelatih Inggris Thomas Tuchel.
Mengutip Evening Standard, Minggu, ia bermain selama 70 menit dan mengisi lini tengah bersama Elliot Anderson.
Penampilan tersebut memperkuat kesan bahwa Scott siap menjadi bagian penting skuad senior Inggris.
Chelsea sebelumnya sudah menunjukkan keseriusan dengan mengajukan tawaran sekitar £64 juta atau Rp1,52 triliun.
Namun, Bournemouth menolak proposal tersebut karena ingin mempertahankan salah satu pemain terbaiknya.
Performa Scott bersama Inggris kini membuat para pendukung Chelsea kembali mendesak klub mengejar sang gelandang.
Seorang fan Chelsea menilai Scott memiliki kualitas yang sangat sesuai dengan kebutuhan lini tengah klub.
“Scott adalah pemain luar biasa, punya kualitas, ketenangan, dan energi yang sangat kami butuhkan.”
Pendukung lainnya bahkan membayangkan duet Scott dengan Moises Caicedo sebagai kombinasi ideal di lini tengah Chelsea.
“Duet Caicedo dan Scott akan sangat sulit dihentikan.”
Ada pula suporter yang menilai kemampuan Scott mengontrol permainan semakin memperkuat alasan Chelsea merekrutnya.
“Dia mampu mengendalikan pertandingan dan kualitasnya sangat cocok untuk Chelsea.”
Ketertarikan terhadap Scott tidak hanya datang dari Chelsea karena Arsenal, Liverpool, Manchester United, dan Manchester City juga dikaitkan dengannya.
Situasi semakin menarik setelah Real Madrid mulai mempertimbangkan langkah untuk mendapatkan gelandang Bournemouth tersebut.
Madrid bahkan disebut telah mengirim pemandu bakat untuk menyaksikan langsung permainan Scott beberapa kali musim ini.
Laga Inggris kontra Kroasia menjadi salah satu pertandingan yang turut dipantau perwakilan klub raksasa Spanyol tersebut.
Meski persaingan meningkat, Chelsea masih disebut berada di posisi terdepan dalam perburuan Scott.
Chelsea diyakini tetap menjadikan Scott sebagai target utama untuk memperkuat lini tengah pada 2027.
Bournemouth sendiri tidak berencana melepas Scott pada bursa transfer Januari dan masih berusaha mempertahankannya.
Klub tersebut juga tengah berupaya mencapai kesepakatan kontrak baru dengan sang gelandang.
Jika kesepakatan baru gagal tercapai, posisi Bournemouth dalam negosiasi transfer musim panas mendatang bisa menjadi lebih rumit.
Chelsea melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk kembali membuka pembicaraan mengenai kepindahan Scott.
Liverpool juga menjadi pesaing serius karena memiliki hubungan kuat dengan Scott melalui mantan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola.
Namun, penampilan Scott bersama Inggris membuat perburuan tersebut kini semakin terbuka bagi klub-klub elite Eropa.
Bagi Chelsea, performa Scott di level internasional menjadi bukti tambahan bahwa investasi besar untuk sang gelandang bisa sangat bernilai.***