JAKARTA – China mendesak Pakistan dan Afghanistan menahan diri setelah konflik perbatasan Pakistan-Afghanistan kembali memanas dalam dua hari terakhir dengan rangkaian serangan udara dan operasi darat yang menelan korban jiwa serta merusak sejumlah pos militer.
Ketegangan terbaru ini dipicu operasi militer Pakistan yang diklaim sebagai respons atas serangan pasukan Afghanistan di sepanjang Garis Durand, wilayah perbatasan yang hingga kini tidak diakui Kabul, sehingga memperdalam sengketa geopolitik yang telah lama membara.
Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan serius atas eskalasi konflik Pakistan-Afghanistan dan menyerukan stabilitas kawasan demi mencegah dampak keamanan regional yang lebih luas.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan sikap Beijing dalam konferensi pers di ibu kota China.
“Sebagai tetangga dan sahabat mereka, Tiongkok mengikuti perkembangan situasi di Pakistan dan Afghanistan dengan saksama.”
“Tiongkok sangat prihatin atas peningkatan konflik Pakistan-Afghanistan dan sedih atas korban jiwa,” kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat 27 Februari 2026.
Operasi Ghazab Lil Haq dan Serangan Balasan
Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah target yang disebut sebagai fasilitas Taliban di Provinsi Khost dan Nangarhar pada Jumat pagi waktu setempat sebagai bagian dari Operasi Ghazab Lil Haq atau “Amukan Keadilan”.
Operasi tersebut diklaim Islamabad sebagai balasan atas serangan pasukan Afghanistan yang lebih dulu menyasar pos-pos militer Pakistan di sepanjang Garis Durand pada Kamis malam.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim serangan mereka menewaskan 55 tentara Pakistan serta menyita puluhan peralatan militer, sementara delapan personel keamanan Afghanistan dilaporkan tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi lain, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, menyatakan 72 militan Afghanistan tewas dalam serangan udara balasan tersebut.
Laporan lapangan juga menyebut lebih dari 120 orang mengalami luka-luka, 16 pos hancur, dan tujuh pos Afghanistan direbut dalam operasi lanjutan.
Menteri Informasi dan Penyiaran Pakistan Attaullah Tarar sebelumnya menyampaikan sedikitnya dua tentara Pakistan gugur dan tiga lainnya terluka akibat serangan Taliban Afghanistan serta menegaskan Islamabad akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjaga integritas teritorial dan melindungi warga negaranya.
Fasilitas Kesehatan Ikut Terdampak
Situasi semakin memprihatinkan setelah laporan menyebut sebuah rumah sakit berkapasitas 20 tempat tidur di wilayah perbatasan Torkham, Provinsi Nangarhar, terkena tembakan pasukan Pakistan pada Jumat.
Seorang tenaga medis dilaporkan terluka dan telah dipindahkan ke fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tak lama setelah insiden tersebut, Afghanistan dilaporkan kembali melancarkan operasi militer baru dari Provinsi Helmand dan Kandahar di wilayah selatan sebagai respons lanjutan terhadap serangan sebelumnya.
Eskalasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas di kawasan perbatasan Pakistan-Afghanistan yang selama bertahun-tahun menjadi titik rawan konflik bersenjata dan sengketa politik.***