JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas. China dikabarkan bersiap memasok jet tempur canggih ke Iran dan negara-negara sekutunya, memicu kewaspadaan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Langkah ini diyakini dapat mengubah dinamika kekuatan militer di kawasan yang sudah panas.
Menurut laporan South China Morning Post (SCMP) yang dikutip pada Kamis (10/7/2025), China tengah menjajaki pengiriman jet tempur mutakhir ke Iran, Suriah, dan beberapa negara lain yang dianggap sebagai sekutu Beijing. “Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa China ingin memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, sekaligus menantang dominasi militer Barat di kawasan,” tulis SCMP.
Jet Tempur China: Ancaman Baru di Timur Tengah?
Jet tempur yang dimaksud adalah model canggih seperti J-20 atau J-16, yang dikenal memiliki teknologi stealth dan kemampuan tempur jarak jauh. Menurut sumber intelijen yang dikutip SCMP, pengiriman ini merupakan bagian dari strategi China untuk memperkuat hubungan militer dengan negara-negara anti-Barat.
“China tampaknya ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pemain ekonomi, tetapi juga kekuatan militer yang patut diperhitungkan,” ujar seorang analis militer yang enggan disebut namanya, seperti dikutip dari laporan tersebut.
Langkah ini membuat AS dan Israel meningkatkan kewaspadaan. Pentagon, menurut sumber yang sama, sedang memantau perkembangan ini dengan cermat, khawatir bahwa jet tempur China dapat meningkatkan kemampuan militer Iran dan sekutunya, termasuk kelompok seperti Hizbullah.
Mengapa China Bergerak Sekarang?
Para pengamat menilai, langkah China ini tak lepas dari persaingan global dengan AS. Di tengah ketegangan di Laut China Selatan dan isu Taiwan, Beijing tampaknya ingin membuka “front” baru di Timur Tengah untuk mengalihkan perhatian Washington. Selain itu, kerja sama militer dengan Iran juga dapat memperkuat posisi China dalam akses energi dan jalur perdagangan strategis.
“Iran adalah mitra strategis China di Timur Tengah. Dengan menyediakan jet tempur, Beijing tidak hanya memperkuat Iran, tetapi juga mengirim pesan ke AS bahwa mereka siap bersaing di level global,” kata Dr. Li Wei, pakar hubungan internasional dari Universitas Renmin, Beijing, sebagaimana dikutip SCMP.
Respons AS dan Israel
AS dan Israel tidak tinggal diam. Kementerian Pertahanan Israel dilaporkan telah mengadakan rapat darurat untuk mengevaluasi ancaman potensial dari jet tempur China. Sementara itu, AS dikabarkan mempercepat pengiriman bantuan militer ke sekutunya di kawasan, termasuk sistem pertahanan udara canggih untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi.
“China tampaknya ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pemain ekonomi, tetapi juga kekuatan militer yang patut diperhitungkan,” demikian pernyataan yang kembali dikutip dari laporan SCMP, menegaskan betapa seriusnya situasi ini.
Dampak bagi Kawasan
Pengiriman jet tempur ini, jika terwujud, dapat memicu perlombaan senjata baru di Timur Tengah. Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang selama ini mengandalkan senjata dari AS dan Eropa, kemungkinan akan meningkatkan pembelian persenjataan untuk menjaga keseimbangan kekuatan.
Sementara itu, masyarakat internasional khawatir langkah ini akan memperburuk konflik yang sudah berlangsung, seperti perang proksi di Suriah dan Yaman. “Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut,” ujar juru bicara PBB dalam konferensi pers di New York, menanggapi isu ini.