JAKARTA – Lewis Hamilton menghadapi akhir pekan yang penuh tantangan dalam Sprint Race di Spa-Francorchamps. Tereliminasi dua kali di fase awal kualifikasi, pembalap Inggris itu hanya finis ke-15 dalam sprint dan tersingkir dari Grand Prix Belgia di posisi ke-16 akibat pelanggaran batas lintasan.
Meski berhasil bangkit dan menyelesaikan balapan di urutan ketujuh, Hamilton merasa kecewa karena gagal memaksimalkan poin, apalagi ketika rekan setimnya, Charles Leclerc, merebut podium ketiga.
“Maaf atas akhir pekan ini, teman-teman, kehilangan poin kalian,” ujar Hamilton melalui radio tim setelah finis.
Ia menegaskan komitmennya untuk tampil lebih baik di balapan berikutnya.
“Saya akan bekerja lebih keras untuk kembali lebih kuat di balapan berikutnya. Kerja bagus untuk strategi dan pit stop.”
Hamilton menyebut Grand Prix Belgia sebagai momen yang harus dilupakan, sekaligus mengapresiasi kerja keras tim.
“Kami jelas mendapatkan peningkatan ini. Semua orang di pabrik bekerja sangat keras. Dan kemudian ketika Anda datang dan menampilkan performa seperti yang saya tunjukkan dalam dua hari terakhir, itu sulit karena itu bukan yang pantas didapatkan tim.”
Hamilton mengungkapkan bahwa penampilannya pada Sabtu murni kesalahannya sendiri, meski sempat terganggu oleh beberapa faktor pada hari sebelumnya.
“Hari Sabtu, hanya saya. Tapi saya pulih hari ini. Jadi saya mendapatkan beberapa poin.”
Ia juga menyoroti perkembangan mobil Ferrari dan penampilan impresif Leclerc.
“Charles melakukan pekerjaan yang hebat. Jelas mobilnya membaik karena Charles mampu mempertahankan podium lainnya.”
Team Principal Ferrari, Fred Vasseur, memberikan pujian atas comeback Hamilton yang dinilai agresif, meski mengakui performa keseluruhan tim masih perlu ditingkatkan.
“Lewis melakukan pekerjaan yang hebat. Dia cukup agresif di awal dalam kondisi ekstrem. Dia mampu bersaing dengan Albon hingga akhir… Pemulihan yang baik juga baginya untuk tampil efisien seperti ini.”
Vasseur menyatakan keputusan Hamilton untuk menjadi yang pertama menggunakan ban kering terbukti krusial dalam strategi tim.
“Tentu saja itu semacam pertaruhan, dan saya pikir itu keputusan yang tepat.”
