JAKARTA – Mimpi Juventus menembus babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 runtuh secara menyakitkan setelah disingkirkan Galatasaray dalam duel leg kedua playoff yang penuh drama di Allianz Stadium, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Juventus vs Galatasaray menjadi salah satu laga paling emosional musim ini karena Si Nyonya Tua sempat membalikkan keadaan dengan keunggulan tiga gol dan menyamakan agregat sebelum akhirnya kalah secara keseluruhan 5-7.
Kemenangan 3-2 di kandang sendiri tak cukup menyelamatkan langkah Juventus di Liga Champions 2025/2026 karena dua gol Galatasaray di babak extra time menjadi penentu tiket ke fase 16 besar.
Datang dengan beban kekalahan 2-5 pada leg pertama di Istanbul, Juventus langsung menekan sejak awal pertandingan dengan intensitas tinggi demi mengejar defisit agregat.
Upaya agresif tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-37 ketika Manuel Locatelli sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti dan mengubah skor menjadi 1-0 sekaligus membuka asa kebangkitan.
Situasi berubah tegang pada awal babak kedua setelah Lloyd Kelly diganjar kartu merah langsung oleh wasit Joao Pinheiro usai tinjauan VAR mengoreksi kartu kuning yang sebelumnya diberikan pada menit ke-50.
Bermain dengan 10 orang justru membuat Juventus tampil lebih militan dan berani mengambil risiko dalam membangun serangan.
Pada menit ke-70, umpan terukur Pierre Kalulu diselesaikan Federico Gatti melalui sontekan jarak dekat yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0 dan memangkas jarak agregat.
Allianz Stadium bergemuruh pada menit ke-82 saat tendangan bebas Teun Koopmeiners disambar sundulan Weston McKennie yang membawa Juventus unggul 3-0 sekaligus menyamakan agregat menjadi 5-5.
Momentum besar itu memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak extra time karena kedudukan agregat kembali imbang.
Petaka bagi Juventus dimulai pada menit ke-106 ketika Baris Alper Yilmaz mengirim umpan matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Victor Osimhen sehingga Galatasaray kembali memimpin agregat 6-5.
Gol tersebut memukul mental tuan rumah yang sebelumnya berada di atas angin setelah kerja keras luar biasa sepanjang 90 menit waktu normal.
Derita Juventus kian lengkap pada menit ke-119 saat Baris Alper Yilmaz mencetak gol kedua tim tamu di extra time usai menerima umpan terobosan dan menaklukkan lini belakang Bianconeri.
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Juventus di leg kedua terasa hambar karena secara agregat Galatasaray unggul 7-5 dan berhak melangkah ke babak 16 besar Liga Champions.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Juventus gagal menemukan gol tambahan yang bisa memperpanjang napas mereka di kompetisi elite Eropa musim ini.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Juventus yang sudah menunjukkan karakter kuat, determinasi tinggi, dan mental baja meski bermain dengan 10 orang hampir sepanjang babak kedua.
Sebaliknya, Galatasaray tampil efektif di momen krusial dengan memaksimalkan peluang di babak tambahan waktu dan menunjukkan ketangguhan mental yang menentukan hasil akhir.
Susunan Pemain
Juventus (4-3-3): Perin; Kalulu (Openda 109′), Gatti, Kelly, McKennie; Koopmeiners, Locatelli (Kostic 109′), K Thuram (Adzic 78′); Conceicao (Zhegrova 67′), David (Boga 67′), Yildiz (Miretti 103′).
Galatasaray (4-2-3-1): Cakir; Sallai (Boey 59′), Sanchez, Bardakci, Jakobs (Elmali 87′); Torreira (Singo 103′), Lemina (Icardi 87′); Alper Yilmaz, Gabriel Sara (Gundogan 71′), Lang (Sane 59′); Osimhen.***