JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) merilis laporan kondisi kebencanaan nasional hingga Minggu, 21 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Di sejumlah wilayah di Taha Air, cuaca ekstrem didominasi bencana hidrometeorologi basah di sejumlah wilayah Indonesia.
Hujan berintensitas tinggi memicu banjir di lima kecamatan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada Jumat, 19 Desember 2025, dengan dampak 563 rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak.
BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara melaporkan kondisi genangan air berangsur surut hingga Sabtu, 20 Desember 2025, seiring meredanya intensitas hujan.
Masih di Kalimantan Selatan, banjir juga meluas ke 20 kecamatan di Kabupaten Banjar dengan 384 rumah warga terendam air.
BPBD Kabupaten Banjar langsung mengaktifkan Posko Siaga Darurat Bencana serta menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Di Jawa Tengah, hujan lebat menyebabkan Sungai Bener meluap dan merendam 24 rumah warga di Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
BPBD Kabupaten Banyumas melakukan evakuasi lansia, distribusi logistik, serta pembersihan rumah warga, dan per Sabtu, 20 Desember 2025, banjir dinyatakan surut.
Wilayah Jawa Barat turut terdampak ketika hujan deras membuat Kali Rengas meluap dan menggenangi 28 rumah warga di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 19 Desember 2025.
BPBD Kabupaten Bogor bersama masyarakat setempat melakukan kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan pascabanjir.
Masih di Kabupaten Bogor, angin kencang menerjang Kecamatan Dramaga dan mengakibatkan dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, serta dua rumah rusak ringan.

Warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat terdekat, sementara BPBD setempat berkoordinasi lintas instansi untuk penanganan lanjutan.
Cuaca ekstrem juga terjadi di Kecamatan Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dengan dampak kerusakan empat rumah rusak berat, 17 rumah rusak ringan, dan enam kandang ternak.
BPBD Kabupaten Lampung Timur telah menyalurkan bantuan logistik untuk membantu pemulihan awal warga terdampak.
Di Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Pasuruan dan merusak rumah warga di lima kecamatan.
BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat 17 rumah rusak ringan, dua rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat akibat peristiwa tersebut.
Sementara di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, angin kencang menyebabkan tiga rumah rusak sedang dan 13 rumah rusak ringan.
BPBD bersama warga setempat melakukan pembersihan material bangunan secara gotong royong pada Minggu, 21 Desember 2025.
Hujan deras juga memicu tanah longsor di enam kecamatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan satu rumah rusak ringan, 11 rumah terdampak, serta dua fasilitas umum mengalami kerusakan.
Tim gabungan telah melakukan penanganan material longsor untuk membuka kembali akses warga.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Tegal melaporkan kerusakan infrastruktur pascabanjir bandang di kawasan wisata Guci, meliputi selang pipa air panas, jembatan kecil di Pancuran 13, dan pohon tumbang di Pancuran 5.
Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang di kawasan wisata tersebut.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Tegal bersama unsur gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir di kawasan pemandian air panas Guci pada Minggu, 21 Desember 2025.
Pemerintah Kabupaten Tegal terus memantau debit Sungai Gung untuk memastikan keamanan kawasan wisata sebelum kembali dibuka untuk umum.
BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi pada periode 21 hingga 23 Desember 2025.
Wilayah berpotensi terdampak mencakup Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, serta seluruh provinsi di Pulau Jawa.
Potensi serupa juga diprediksi meluas ke seluruh wilayah Kalimantan, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, NTB, dan NTT.
BMKG turut mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Papua, Riau, serta seluruh provinsi di Sulawesi.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Lalu memantau informasi peringatan dini, menjaga saluran drainase, memangkas pohon rawan tumbang, serta melakukan evakuasi mandiri sesuai arahan petugas jika hujan lebat berlangsung lama.***