JAKARTA – Pembalap pabrikan Honda, Luca Marini, menutup balapan pembuka MotoGP musim 2026 di Tailan dengan finis di posisi ke-10. Cuaca panas ekstrem dan manajamen ban menjadi faktor utama yang menggagalkan kekuatan terbesar Honda di Sirkuit Internasional Chang.
Marini memulai dari grid ke-14, naik ke posisi ke-12 pada lap pertama, dan bertahan hingga lap ke-20. Setelah Marc Marquez, Alex Marquez, dan Joan Mir mundur, ia sempat naik ke depan, namun akhirnya disalip Franco Morbidelli pada lap terakhir. Marini pun menjadi pembalap Honda dengan hasil terbaik, tertinggal 19,1 detik dari pemenang.
“Balapan yang cukup sulit bagi semua orang, bukan hanya karena suhu tinggi, tetapi juga manajemen ban. Ban depan sangat sulit. Setelah empat lap, suhu dan tekanannya meroket. Saya tidak bisa lagi mengerem dalam-dalam di tikungan dan tidak bisa berbelok cukup cepat. Itu sebenarnya poin terkuat kami, tetapi tidak bisa dimanfaatkan karena kondisi ban,” ujar Marini, dilansir dari Speedweek, Senin (2/3/2026).
Kualifikasi Jadi Kunci
Marini menilai posisi start sangat menentukan hasil. “Antara posisi ke-5 dan ke-14, waktu putaran hampir identik. Memulai dari depan dan memiliki lintasan bersih adalah kunci agar ban bekerja lebih baik. Kami perlu meningkatkan kualifikasi, bukan hanya motor untuk satu putaran cepat,” tegasnya.
Cuaca Panas, Ban Jadi Korban
Meski suhu 35°C tidak terlalu memengaruhi fisik pembalap, ban menjadi masalah utama. “Masalahnya lebih pada ban, daya tahannya, dan performanya. Terlalu panas. Kami harus memperlakukan ban selembut mungkin agar bisa menyelesaikan balapan,” jelasnya.
Honda juga bereksperimen dengan perangkat pengatur ketinggian motor untuk menghemat ban. “Kami menganalisis suhu ban di setiap tikungan. Meski tidak finis dengan kondisi sempurna, setidaknya kami berhasil melihat bendera kotak-kotak,” tambah Marini.
Langkah Selanjutnya
Marini menutup balapan dengan hasil solid di posisi ke-10, namun menegaskan bahwa peningkatan di sesi kualifikasi adalah langkah berikutnya agar Honda bisa lebih konsisten memanfaatkan potensinya.