JAKARTA – Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa pada Minggu (18/1/2026) mengumumkan kesepakatan gencatan senjata menyeluruh sekaligus integrasi pemerintah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) untuk memulihkan otoritas negara di wilayah timur laut.
Menurut kantor berita SANA yang dilansir Anadolu, Senin, perjanjian mencakup penghentian tembak-menembak di seluruh garis depan serta penarikan formasi militer SDF ke timur Sungai Eufrat sebagai persiapan penempatan ulang.
Provinsi Deir ez-Zor dan Raqqa akan segera diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah Suriah, baik secara administratif maupun militer, termasuk pengalihan institusi dan fasilitas sipil. Pegawai pemerintah di kedua provinsi tetap dipertahankan, sementara personel SDF maupun aparat sipil setempat tidak akan dikenai hukuman.
Selain itu, institusi sipil di Provinsi Hasakah akan digabung ke dalam struktur pemerintahan Suriah. Pemerintah juga akan mengambil alih seluruh pos perbatasan serta ladang minyak dan gas di kawasan tersebut. Pendapatan dari sektor energi akan kembali dikelola negara dan diamankan oleh pasukan Suriah.
