CAMBRIDGE, AS – Putri Mahkota Belgia, Elisabeth menghadapi ancaman serius terhadap kelanjutan studinya di Universitas Harvard akibat kebijakan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan ini melarang penerimaan mahasiswa internasional di Harvard, memicu krisis pendidikan global yang juga berdampak pada ribuan pelajar asing lainnya.
Masa Depan Sang Putri Dipertaruhkan
Elisabeth, putri sulung Raja Philippe dan Ratu Mathilde, saat ini menjalani program magister kebijakan publik di Harvard setelah sebelumnya meraih gelar sarjana dari Universitas Oxford. Namun, langkah akademisnya kini terganjal aturan baru yang muncul setelah instruksi dari mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, pada 16 April 2025.
Aturan tersebut melarang Harvard menerima atau mempertahankan mahasiswa internasional, termasuk Elisabeth. Harvard pun menggugat kebijakan ini, menyebutnya melanggar Konstitusi AS dan mengancam masa depan akademik lebih dari 7.000 mahasiswa asing.
Dampak Global dan Sorotan Internasional
Kebijakan ini juga memengaruhi figur internasional lain, seperti Cleo Carney, putri Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Kasus ini menyoroti besarnya ketergantungan dunia pada sistem pendidikan tinggi AS, serta memicu spekulasi soal kemungkinan ketegangan diplomatik jika mahasiswa elite seperti Elisabeth dipaksa keluar dari negara tersebut.
Di media sosial, topik ini ramai diperbincangkan. Salah satu warganet di platform X menulis, “Putri masa depan Belgia jadi korban larangan mahasiswa asing oleh pemerintahan Trump.” Isu ini pun berkembang menjadi perdebatan luas soal arah kebijakan pendidikan dan politik luar negeri Amerika.
Pendidikan, Politik, dan Peran Harvard
Keputusan pemerintahan Trump membekukan dana hibah sebesar $2,2 miliar ke Harvard karena menolak mengikuti arahan federal—termasuk penghapusan program keberagaman dan inklusi—semakin memperkeruh suasana. Harvard menolak tuntutan tersebut, menjadikannya pusat perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai merusak prinsip kebebasan akademik.
Bagi Putri Elisabeth, pendidikan di Harvard bukan hanya soal pencapaian pribadi, tapi juga persiapan untuk tugas kenegaraan di masa depan sebagai Ratu Belgia. Kini, ketidakpastian membayangi apakah ia dapat menyelesaikan studinya atau harus mencari alternatif lain di negara berbeda.
Menanti Kejelasan, Lanjut atau Hengkang?
Nasib Elisabeth kini bergantung pada hasil gugatan hukum antara Harvard dan pemerintah AS. Jika kebijakan ini tidak dibatalkan, ia mungkin harus meninggalkan Harvard dan mencari institusi lain yang bisa menjamin status visanya.
