Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah berdampak pada penerbangan internasional asal Indonesia. Sebanyak 154 penumpang pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa membatalkan penerbangan lanjutan rute Dubai menuju Jeddah dan Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026).
Langkah darurat ini diambil maskapai menyusul serangan rudal oleh Kelompok Houthi asal Yaman yang menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, membeberkan bahwa pembatalan ini murni merupakan keputusan operasional maskapai demi menjamin keselamatan penerbangan rute transit.
“Berdasarkan laporan operasional, terdapat 154 penumpang dari Soekarno-Hatta yang terdampak pembatalan penerbangan lanjutan. Terdiri dari 90 penumpang maskapai Emirates dan 64 penumpang Etihad,” jelas Yudis dalam keterangan resminya, Senin (12/10/2026).
Penerbangan Langsung ke Jeddah dan Madinah Dipastikan Normal
Meskipun penerbangan transit via Dubai terganggu, otoritas Bandara Soekarno-Hatta memastikan rute penerbangan langsung (direct flight) dari Indonesia menuju wilayah Arab Saudi lainnya masih beroperasi tanpa hambatan.
Pengelola bandara mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan menyediakan konsumsi serta fasilitas istirahat sementara di employee lounge Terminal 3 bagi para penumpang terdampak.
“Kami terus berkoordinasi erat dengan maskapai dan pemangku kepentingan untuk memastikan operasional serta keselamatan para pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama,” tambah Yudis.
Kronologi Serangan Houthi di Bandara Riyadh
Serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid pada Minggu (11/10/2026) terjadi hanya berselang sehari setelah insiden mematikan yang menelan belasan korban jiwa serta ratusan korban luka di wilayah sekitar.
Laporan koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyebutkan satu proyektil berhasil menembus area bandara hingga memicu kebakaran, sementara beberapa rudal lainnya berhasil dicegat (intercept) oleh sistem pertahanan udara. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi adanya korban luka akibat insiden tersebut dan kini tengah mengkalkulasi total kerusakan infrastruktur.