BLITAR – Yanu Aryanto, 60 tahun, telah mengayuh becak selama dua dekade untuk menghidupi keluarganya. Sehari-hari ia menunggu penumpang di Pasar Hewan, Blitar, Jawa Timur. Namun, fisiknya kini tak sekuat dulu, pinggangnya kerap nyeri saat mengayuh becak.
Kebahagiaan pun terpancar ketika Yanu menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat (6/3/2026). Sambil memegang pinggangnya, ia mengaku becak listrik terasa jauh lebih ringan dibanding becak kayuh. “Saya senang sekali. Ringan ini (becak listrik), enggak terasa,” ujarnya di halaman Kantor Wali Kota Blitar.
Yanu menyampaikan terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo. “Terima kasih sekali Pak Prabowo, saya diberi becak listrik untuk usaha. Semoga sehat-sehat, Pak Prabowo bisa membawa rakyat sejahtera,” katanya.
Hal serupa dirasakan Mujiran, penarik becak berusia 75 tahun. Ia mengaku bantuan becak listrik sangat membantu, terutama karena kakinya sering pegal. “Senang dong (dapat bantuan becak listrik). Enggak perlu mengayuh lagi. Terima kasih Pak Prabowo, semoga berkah. Semoga sehat-sehat Pak Presiden,” ucapnya.
Yanu dan Mujiran merupakan dua dari 200 penerima becak listrik di Kota Blitar. Penyaluran dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Program ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak sekaligus menjaga identitas transportasi tradisional yang ramah lingkungan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden. “Atas nama Pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Blitar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo serta Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang telah menyalurkan bantuan becak listrik bagi Kota Blitar,” ujarnya.