Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di salah satu kampung di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, membawa berkah tersendiri bagi warga setempat, khususnya para penyintas stunting.
Salah satunya adalah Abdullah Yasin, warga Kampung Bungsang, Bangkalan. Dengan keterbatasan fisik akibat stunting, Abdullah kini bekerja sebagai office boy di Dapur MBG milik Yayasan Masjid Miftahussalam Rifta. Ia mengaku bersyukur karena program ini memberinya kesempatan untuk bekerja dan mandiri layaknya pria normal seusianya.
Sebelum bergabung dengan Dapur MBG, lulusan SMKN 2 Bangkalan ini harus bekerja serabutan karena keterbatasan fisik. Kini, melalui program ini, hidupnya berubah lebih baik.
Yayasan Masjid Miftahussalam Rifta menjelaskan bahwa 80 persen pegawai di dapur tersebut merupakan warga sekitar. Dari total 52 pegawai, termasuk di dalamnya satu penyintas stunting dan lima orangtua tunggal. Selain memberdayakan tenaga kerja lokal, yayasan juga memanfaatkan hasil pertanian masyarakat sekitar seperti beras dan sayur sebagai bahan baku dapur.
Caption | Admin: Farraa