JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan terus mempercepat langkah menuju swasembada pangan dan energi dengan menyiapkan lahan seluas 481 ribu hektare di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Program ini digadang sebagai salah satu motor penggerak kemandirian nasional, khususnya dalam sektor pangan dan energi terbarukan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa proses pengembangan kawasan tersebut kini sudah memasuki tahap akhir.
“Pemerintah terus memperkuat tata kelola kawasan swasembada pangan dengan memastikan setiap langkah yang kita jalankan dengan cara yang benar,” ujarnya usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Jakarta, Senin.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan pemerintah akan memastikan seluruh tahapan proyek dijalankan secara hati-hati.
Mulai dari penataan ruang, kepastian Hak Guna Usaha (HGU), hingga administrasi yang menyangkut keberlanjutan program.
“Semua disiapkan agar kawasan ini berdiri di atas landasan prinsip pemberdayaan, kearifan, dan keberlanjutan,” katanya menegaskan.
Program swasembada ini tidak hanya berfokus pada produksi beras sebagai kebutuhan utama masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan energi berbasis bio.
Di antaranya adalah pembangunan industri etanol dari tebu dan singkong, serta pabrik bahan bakar biodiesel B50, yang merupakan campuran solar dengan minyak sawit.
Tak berhenti di situ, pemerintah juga merencanakan pembangunan pabrik propelan, yaitu bahan kimia yang berfungsi menghasilkan tekanan gas untuk pelontaran peluru maupun roket.
Langkah ini menandai arah baru pengembangan kawasan Wanam sebagai pusat pangan, energi, sekaligus sektor strategis nasional.
“Jadi, ini akan membuka ruang bagi pengembangan menuju swasembada pangan energi dan air.”
“Ini tentu pekerjaan besar, memang harus ada terus menerus koordinasi antar kementerian, antar pemerintah daerah, karena ini menyangkut kementerian lembaga dan pemerintah daerah,” ujar Zulhas.
Dengan program ini, PSN Wanam diproyeksikan tidak hanya menjadi tumpuan produksi pangan, tetapi juga menjadi episentrum inovasi energi terbarukan yang mampu memperkuat kedaulatan bangsa dalam jangka panjang.***