Pekan ini, panggung dunia diramaikan oleh kemenangan dramatis di ajang kecantikan Miss Universe, bencana alam mematikan di Asia Tenggara, gejolak pasar kripto yang memicu kepanikan global, serta eskalasi diplomatik antara dua raksasa ekonomi Asia.
- Miss Universe 2025: Kemenangan Epik Fátima Bosch di Tengah Kontroversi Bangkok
- Banjir Dahsyat Melanda Vietnam: 55 Jiwa Tewas, Ribuan Rumah Tenggelam
- Pasar Bitcoin Anjlok: Harga BTC Tembus $80K, Hilangkan $1 Triliun Kapitalisasi
- Ketegangan Jepang-China Memuncak: Sanksi Ekonomi dan Ancaman Militer soal Taiwan
Dari gemerlap panggung Miss Universe hingga gelombang banjir yang menewaskan puluhan jiwa di Vietnam, berikut rangkuman berita internasional terpanas minggu ini :
Miss Universe 2025: Kemenangan Epik Fátima Bosch di Tengah Kontroversi Bangkok
Malam penuh emosi di Impact Challenger Hall, Nonthaburi, Thailand, pada 21 November 2025, berakhir dengan sorak-sorai saat Fátima Bosch Fernández dari Meksiko dinobatkan sebagai Miss Universe 2025. Berusia 25 tahun, Bosch merebut mahkota dari tangan pemenang tahun lalu, Victoria Kjær Theilvig dari Denmark, mengakhiri penantian Meksiko sejak Ximena Navarrete juara 2010.
Kemenangan ini menjadi yang keempat bagi Meksiko, tapi tak lepas dari drama: Dua minggu sebelum final, Bosch menjadi korban konfrontasi viral dengan eksekutif Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, yang menuduhnya enggan promosi negara tuan rumah—picu walkout massal kontestan dan pengunduran diri dua juri.
Meski Nawat meminta maaf, insiden itu memicu tuduhan rigging, dengan mantan juri Natalie Glebova (Miss Universe 2005) mengklaim Miss Thailand Praveenar Singh sebagai “pemenang pribadinya”. Runner-up: Thailand (1st), Venezuela (2nd), Filipina (3rd).
Banjir Dahsyat Melanda Vietnam: 55 Jiwa Tewas, Ribuan Rumah Tenggelam
Vietnam Tengah berjuang melawan bencana alam terburuk tahun ini, dengan hujan deras sejak 14 November 2025 menyebabkan banjir bandang dan longsor yang menewaskan setidaknya 55 orang dan 13 hilang per 22 November. Provinsi terdampak parah termasuk Dak Lak, Gia Lai, Lam Dong, dan Khanh Hoa, di mana curah hujan melebihi 1.900 mm dalam seminggu—surpass level banjir historis 1993.
Lebih dari 235.000 rumah terendam, 80.000 hektar tanaman rusak, termasuk sabuk kopi utama Vietnam, sementara 1 juta pelanggan sempat kehilangan listrik. Jembatan gantung Da Nhim di Lam Dong hanyut dalam hitungan detik, dan ribuan warga mengungsi ke atap rumah sambil meminta tolong via Facebook. Total korban bencana alam Vietnam 2025 capai 279 tewas/hilang dengan kerugian $2 miliar sejak Januari.
Pasar Bitcoin Anjlok: Harga BTC Tembus $80K, Hilangkan $1 Triliun Kapitalisasi
Pasar kripto global mengalami “gelombang jual” dahsyat pekan ini, dengan Bitcoin (BTC) anjlok ke level terendah tujuh bulan di bawah $90.000—bahkan sentuh $81.600 pada 21 November—menghapus hampir $1 triliun dari kapitalisasi pasar sejak puncak $126.000 di Oktober. Penurunan 30% ini picu kepanikan, dengan analis peringatkan potensi jatuh ke $25.000 jika tren berlanjut, mirip crash 2018/2022.
Pemicu utama: Data jobs AS kuat kurangi harapan pemotongan suku bunga Fed Desember, plus “death cross” di chart BTC (MA 50-hari potong MA 200-hari) yang sinyal bearish ekstrem. Lebih dari $1,9 miliar posisi long dilikuidasi dalam 4 jam, ETF Bitcoin AS alami outflow $523 juta (BlackRock IBIT), dan miner jual cadangan karena hash price rendah.
Ketegangan Jepang-China Memuncak: Sanksi Ekonomi dan Ancaman Militer soal Taiwan
Hubungan Jepang-China memburuk tajam pekan ini setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yang baru dilantik akhir Oktober, nyatakan di parlemen 7 November bahwa agresi China ke Taiwan bisa jadi “ancaman eksistensial” bagi Jepang—picu hak bela diri kolektif dengan AS.
Beijing respons keras: Impor seafood Jepang ditangguhkan, dua film Jepang (seperti “Crayon Shin-chan”) dibatalkan tayang di bioskop China, dan peringatan perjalanan ke Jepang karena “risiko keselamatan serius”. Kapal China patroli perairan sengketa, sementara akademisi negara klaim Jepang bisa jadi “medan perang”.
Wakil PM Ho Duc Viet tekan gubernur Khanh Hoa, Dak Lak, Gia Lai kerahkan pasukan evakuasi. Jepang kirim utusan senior ke Beijing 18 November untuk redakan, tapi juru bicara Mao Ning minta Takaichi “tarik pernyataan salah” dan hentikan “main api di isu Taiwan”. China ingatkan prinsip tiga 1972: Taiwan bagian China, tak ada campur tangan asing.