MEDAN – Impian SMK Negeri 7 Medan memiliki Laboratorium Akuntansi kini resmi terwujud berkat program revitalisasi sekolah yang digalakkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
Kepala Sekolah SMK 7 Medan, Evi Herawati Lubis (54), menceritakan bahwa dirinya tiga kali melakukan perjalanan ke Jakarta untuk memastikan laboratorium akuntansi dapat dibangun di sekolahnya.
Selain laboratorium akuntansi, SMK 7 Medan juga menerima renovasi toilet dan ruang bimbingan konseling, yang membuat Evi menyatakan rasa syukurnya terhadap dukungan pemerintah.
“Luar biasa programnya Bapak Presiden. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Evi saat ditemui di SMK Negeri 7 Medan pada Minggu (4/1).
Evi menambahkan bahwa revitalisasi ini memicu semangat baru bagi siswa-siswi untuk datang ke sekolah dan belajar dengan lebih antusias, serta memberikan dampak positif yang signifikan terhadap motivasi akademik mereka.
Program revitalisasi yang dijalankan pemerintah Indonesia juga mencakup modernisasi infrastruktur dengan teknologi digital, menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas, demi menyiapkan siswa menghadapi tantangan era digital.
“Prioritas Bapak (Prabowo) untuk memberikan percepatan pembangunan dengan digitalisasi, apalagi dengan sekarang menyalurkan semua bantuan kepada pendidikan,” jelas Evi, menyoroti fokus pemerintah terhadap inovasi dan teknologi di sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Evi berharap pemerintah terus memberikan perhatian lebih kepada guru, agar kualitas pendidikan di Indonesia meningkat dan tenaga pengajar menjadi lebih profesional serta berkarakter.
“Harapan saya kepada Bapak Presiden, kepada pemerintah kita, terus memberikan perhatian yang lebih,” tambahnya.
Evi menambahkan dukungan penuh untuk percepatan program pendidikan: “Teruslah sehat Bapak, supaya juga percepatan dan mimpi-mimpi Bapak kami menjadi guru-guru hebat, guru-guru yang berkarakter, guru-guru yang memanusiakan manusia.”
SMK Negeri 7 Medan termasuk salah satu sekolah penerima bantuan revitalisasi senilai Rp3,17 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang dimanfaatkan untuk pembangunan empat gedung baru guna menunjang kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan.***