ACEH TAMIANG — Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 02 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali berlangsung pada awal semester genap setelah sekolah tersebut sempat berhenti total akibat banjir bandang besar yang melanda wilayah itu pada November lalu.
Pantauan terkini menunjukkan proses pembelajaran sudah berjalan meski sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana akibat banyaknya fasilitas pendidikan yang rusak dan hilang terseret arus banjir.
Sejumlah ruang kelas masih belum memiliki bangku dan meja belajar sehingga para siswa terpaksa mengikuti pelajaran dengan kondisi seadanya di dalam ruangan.
Di salah satu kelas, murid-murid tampak duduk di atas tikar sambil bernyanyi bersama sebagai bentuk adaptasi sekaligus menjaga semangat belajar pascabencana.
Sementara itu, di kelas lainnya, para siswa terlihat duduk bersila sambil menulis dan menggambar pengalaman mereka saat banjir menerjang lingkungan tempat tinggal.
Beberapa bangku dan meja belajar yang berhasil diselamatkan pascabanjir disimpan di salah satu ruang kelas dan tetap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Aktivitas siswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga terlihat di lapangan sekolah yang kini kembali digunakan setelah sebelumnya tertutup lumpur tebal.
Lapangan sekolah yang telah dibersihkan tersebut dimanfaatkan para murid untuk bermain sepak bola sebagai bagian dari aktivitas fisik dan pemulihan psikologis.
SD Negeri 02 Tualang Cut tercatat sebagai salah satu dari 2.756 sekolah di Aceh yang mengalami kerusakan akibat banjir dengan ketinggian air mencapai kepala orang dewasa.
Saat bencana terjadi, banjir menghanyutkan berbagai fasilitas pendidikan termasuk bangku dan meja belajar serta meninggalkan endapan lumpur tebal di seluruh area sekolah.
Upaya pemulihan dilakukan secara cepat oleh pemerintah agar sekolah dapat kembali difungsikan untuk kegiatan pembelajaran semester genap yang dimulai pada Senin (5/1).
Para guru menyambut kembalinya siswa ke sekolah dengan penuh rasa syukur karena proses belajar dapat kembali berjalan meski dalam kondisi terbatas.
“Anak-anak sudah bangkit. Mereka sangat bersemangat untuk bersekolah,” jelas Kepala Sekolah SDN 02 Tualang Ucu Muhammad Kasim.***
