JAKARTA – PT Reska Multi Usaha (KAI Services), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kasus penyalahgunaan data pribadi penumpang yang melibatkan oknum karyawannya. Kasus ini mencuat ke publik setelah viral di media sosial pada awal Januari 2026.
Peristiwa tersebut bermula dari keluhan seorang penumpang perempuan yang dihubungi secara pribadi oleh seorang pria tak dikenal melalui nomor telepon pribadinya. Korban menduga nomor tersebut diperoleh secara tidak sah, mengingat ia tidak pernah membagikannya kepada pihak lain selain keluarga. Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku merupakan oknum karyawan KAI Services yang diduga menyalahgunakan akses data penumpang untuk kepentingan pribadi.
Menanggapi kejadian tersebut, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap standar operasional prosedur (SOP) serta kode etik perusahaan.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan telah menghubungi penumpang yang bersangkutan untuk menyampaikan permohonan maaf. Tindakan oknum tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan merupakan pelanggaran privasi yang tidak dapat kami toleransi,” ujar Nyoman Suardhita dalam pernyataan resminya, Rabu (7/1).
KAI Services Langsung Mengambil Sejumlah Langkah Tegas:
- Memanggil oknum karyawan terkait untuk menjalani pemeriksaan intensif dan menjatuhkan sanksi disiplin tegas sesuai ketentuan perusahaan guna memberikan efek jera.
- Melakukan komunikasi langsung dengan korban untuk menyampaikan permohonan maaf secara personal serta membahas langkah penyelesaian yang diperlukan.
- Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem akses data operasional.
- Memberikan edukasi ulang kepada seluruh petugas frontliner terkait penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Nyoman menegaskan bahwa perlindungan data pribadi pelanggan merupakan prioritas utama perusahaan. Ia memastikan pengawasan di lapangan akan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Kami berkomitmen meningkatkan pengawasan dan perbaikan sistem. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat atas kritik dan masukan yang disampaikan demi peningkatan kualitas layanan,” tutupnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan data pribadi di era digital, khususnya dalam layanan transportasi publik yang melibatkan jutaan penumpang setiap hari. KAI Services menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem perlindungan data demi menjaga kepercayaan pelanggan.