Panggung gurun California tahun ini resmi menjadi saksi sejarah bagi sang megabintang. Justin Bieber tidak hanya hadir sebagai penampil biasa di Coachella 2026, melainkan sebagai headliner utama yang membawa aura baru dalam kariernya. Menariknya, ini adalah debut perdana pelantun “Peaches” tersebut di festival musik paling bergengsi sejagat raya ini.
Nama Justin Bieber kini menjadi magnet utama di Empire Polo Club. Setelah bertahun-tahun dinantikan, penyanyi berusia 32 tahun ini akhirnya menjejakkan kaki di panggung Coachella sebagai headliner. Penampilan ini bukan sekadar panggung biasa, melainkan simbol kedaulatan Justin atas musiknya sendiri.
Bayaran Fantastis Setara Prestasi
Menurut laporan Rolling Stone, angka yang disodorkan pihak penyelenggara untuk membawa sang bintang sangatlah mencengangkan. Justin dilaporkan mengantongi lebih dari US$10 juta atau sekitar Rp160 miliar untuk dua slot penampilan utamanya pada 11 dan 18 April 2026.
Langkah ini disebut-sebut sebagai manuver revolusioner. “Ini adalah lompatan besar bagi seorang headliner. Dengan kesuksesan album ‘Swag’ dan panggung Coachella ini, Justin resmi memasuki era baru di mana ia memegang kendali penuh atas kariernya,” ungkap seorang sumber industri.
Kesenjangan Honor di Panggung Gurun
Besaran bayaran di Coachella memang selalu menjadi topik hangat karena disparitasnya yang jomplang. Jika bintang kelas A seperti Justin bisa meraup ratusan miliar, musisi di posisi bawah lineup biasanya hanya menerima sekitar US$10.000 atau sekitar Rp170 juta per penampilan.
Sebagai gambaran betapa mahalnya biaya produksi di festival ini, kita bisa menilik pengalaman Cardi B pada 2018 lalu. Kala itu, ia “hanya” dibayar US$70.000 (sekitar Rp1,2 miliar) per akhir pekan. Mirisnya, Cardi mengaku rugi besar karena ia harus merogoh kocek pribadi hingga US$300.000 (Rp5,1 miliar) demi menyajikan aksi panggung yang spektakuler.