JAKARTA – Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden, JD Vance tiba di Islamabad, Sabtu (11/4/2026) pagi, untuk membahasa gencatan senjara dengan Iran.
Pertemuan ini akan menyinggung sejumlah isu krusial, mulai dari program nuklir Iran, keberadaan Hizbullah, hingga keamanan di Selat Hormuz.
Sebelum berangkat, Vance menegaskan sikap tegas Washington. “Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu bersedia mengulurkan tangan,” ujarnya, dikutip Al Monitor. “Namun, jika mereka mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan mendapati tim negosiasi kami tidak begitu responsif.”
Delegasi Iran tiba lebih dahulu di Islamabad pada Sabtu dini hari. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menekankan sikap hati-hati Teheran terhadap Washington.
“Kami punya niat baik, tapi kami tak percaya. Pengalaman kami dalam bernegosiasi dengan Amerika selalu berakhir dengan kegagalan dan ingkar janji,” katanya.
Negosiasi antara AS dan Iran diperkirakan berlangsung beberapa hari. Sumber Anadolu Agency menyebut pembicaraan bisa berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari, karena faktor keamanan. Namun Dewan Nasional Tertinggi Iran membuka kemungkinan perundingan berlanjut hingga 15 hari, sehingga sebagian anggota delegasi mungkin tetap berada di Islamabad setelah akhir pekan.