JAKARTA – Pertandingan Derby Jateng antara Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026), berakhir dengan skor 0-0 sekaligus diwarnai kericuhan antarsuporter.
Gesekan di tribun memicu aksi saling lempar kursi yang menimbulkan kepanikan penonton. Rekaman insiden tersebut kemudian viral di media sosial.
Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto menjelaskan keributan bermula dari saling ejek antarpendukung. “Awalnya hanya kata-kata. Kemudian mulai ada gerakan provokatif. Di beberapa titik, suporter dari Solo mencabut kursi dan melemparkannya ke arah suporter Persijap,” ujarnya, Jumat (6/3/2026), dilansir jpnn.
Polisi menertibkan suporter yang membawa benda berpotensi memicu kerusuhan dan meminta pendukung tuan rumah segera meninggalkan stadion. Namun, sebagian suporter tetap berkumpul hingga ke Terminal Jepara, lokasi kendaraan tim Persis.
Akibat insiden tersebut, sejumlah kendaraan rusak dan fasilitas terminal seperti kursi serta pot bunga ikut hancur. Forkopimda Jepara bersama kepolisian segera berkoordinasi untuk memastikan situasi terkendali.
“Alhamdulillah sampai saat ini situasi sudah aman dan kondusif. Rekan dari Jepara sudah membubarkan diri ke rumah masing-masing dan yang dari Solo dikawal kembali ke tempat masing-masing,” kata AKBP Hadi.
Pihak kepolisian kini mendata kerugian akibat kericuhan dan akan melaporkannya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara untuk ditindaklanjuti.