JAKARTA – Ribuan hingga mendekati satu juta orang memadati Times Square, New York, pada Rabu malam waktu setempat saat hitungan mundur menuju pergantian tahun 2026 tinggal kurang dari dua jam.
Kerumunan global tersebut berkumpul untuk menyaksikan Ball Drop, tradisi paling ikonik dalam perayaan Tahun Baru di Amerika Serikat yang selalu menjadi magnet utama Times Square.
Menjelang momen puncak, panggung hiburan menyuguhkan pertunjukan musik live dari sejumlah penyanyi ternama seperti Robyn, Ciara, dan Tones and I yang memanaskan suasana malam.
Ball Drop telah lama menjadi simbol budaya pop Amerika, dengan bola kristal raksasa yang digunakan dihiasi 5.280 lampu LED kristal Waterford berbentuk lingkaran.
Bola tersebut diturunkan perlahan dari puncak tiang setinggi 139 kaki atau sekitar 42 meter tepat saat pergantian tahun menuju 2026.
Sepanjang malam, cahaya papan iklan raksasa Times Square berpadu dengan musik live, menciptakan atmosfer pesta yang menyala tanpa henti.
Wisatawan dari berbagai negara, bersama warga lokal New York, anak-anak, dan keluarga, tumpah ruah untuk menjadi saksi langsung perayaan yang disiarkan ke seluruh dunia.
Antusiasme terasa kuat saat massa menunggu detik-detik terakhir tahun 2025 berakhir dengan sorak, pelukan, dan sorot kamera dari berbagai penjuru.
Perayaan ini bukan sekadar penanda pergantian kalender, tetapi juga ruang kebersamaan global yang menghadirkan rasa optimisme dan harapan baru.
Tradisi Ball Drop bahkan menginspirasi kota-kota lain di Amerika Serikat untuk menghadirkan versi lokal perayaan Tahun Baru mereka.
Di Boise, Idaho, warga selama 13 tahun terakhir menyambut Tahun Baru dengan menurunkan kentang polistiren raksasa sebagai ciri khas daerah tersebut.***