JAKARTA – Dewa United Banten menatap pekan ketujuh IBL GoPay 2026 dengan tekanan berat setelah dua kekalahan beruntun memukul motivasi tim di tengah cedera pemain kunci yang belum pulih sepenuhnya.
Di Dewa United Arena, Banten akan menghadapi dua lawan tangguh secara beruntun, yakni Rajawali Medan pada Jumat (20/2/2026) dan Satria Muda Pertamina Bandung, Sabtu (21/2/2026), dalam duel yang berpotensi menentukan arah perjalanan mereka di paruh musim.
Rentetan hasil buruk membuat posisi tim asuhan Agusti Julbe Bosch menjadi sorotan publik. Pelatih asal Spanyol itu tak menutupi kekecewaannya terhadap performa inkonsisten skuadnya.
“Kami harus mengubah segalanya, pendekatan pertandingan, effort bertahan, dan konsistensi,” ungkap Agusti dalam pernyataan yang diterima RRI, Kamis (19/2/2026). Ia juga menegaskan, tidak ada pelajaran positif dari kekalahan terakhir.
Rajawali Medan datang ke markas Dewa United dengan catatan lima kekalahan beruntun, namun kembalinya Brandone Francis memberi sedikit harapan untuk mengakhiri tren negatif tersebut.
Klub asal Sumatera Utara itu diprediksi menurunkan tiga pemain asing untuk menyaingi kekuatan tuan rumah.
Sementara itu, Satria Muda tengah dalam tren positif usai menorehkan tiga kemenangan berturut-turut pasca-kekalahan mereka dari Pelita Jaya.
Mental juara dan stabilitas permainan menjadikan tim ibu kota ini sebagai ancaman serius bagi Dewa United yang tengah berjuang tampil solid di depan publik sendiri.
Situasi semakin rumit bagi Dewa United karena daftar cedera belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Joshua Ibarra dipastikan absen dua laga ke depan akibat cedera otot yang memaksanya menepi, sementara Jordan Adams belum benar-benar fit sehingga kontribusinya masih terbatas.
Tanpa kedua pemain asing andalannya dalam dua laga terakhir, Dewa United harus menelan dua kekalahan telak.
Kini, laga melawan Rajawali dan Satria Muda bukan sekadar soal poin, tapi juga soal mental dan keberanian untuk bangkit dari keterpurukan.
Jika kegagalan kembali terulang di kandang sendiri, posisi Dewa United di papan tengah bisa kian tenggelam mengingat persaingan IBL musim ini semakin ketat dan tak memberi ruang bagi tim yang kehilangan konsistensi.***